Kamis, 22 Juni 2017

Rustam Effendi Giring KEK Pariwisata ke Pulau Bangka

id gub
Rustam Effendi Giring KEK Pariwisata ke Pulau Bangka
Gubernur Kepulauan Babel, Rustam Effendi saat memaparkan potensi objek wisata di Pulau Bangka kepada Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya usai peresmian peletakan batu pertama KEK Tanjung Kelayang, Belitung, Jumat (2/9) (Elza Elvia)
Saya sebagai kepala daerah berharap dua pulau ini menjadi ikon pariwisata nusantara di dunia internasional
Pangkalpinang, (Antara Babel) - Tidak puas dengan peresmian peletakan batu pertama "groundbreaking" Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Kelayang Belitung, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Rustam Effendi kembali mengusulkan Pulau Bangka untuk ditetapkan KEK berikutnya di provinsi itu.
     
Usulan KEK Pariwisata Pulau Bangka itu langsung disampaikan Gubernur Kepulauan Babel kepada Menteri Pariwisata RI Arief Yahya di ruang rapat Kantor Bupati Belitung, Jumat (2/9). Rustam Effendi yang sukses merealisasikan KEK Pariwisata di Tanjung Kelayang dalam lima bulan terakhir ini, berkeinginan Pulau Bangka juga ditetapkan KEK Pariwisata, karena memiliki objek wisata yang indah dan menjanjikan untuk dikembangkan.
     
 Misalnya Kabupaten Bangka memiliki banyak pantai dan wisata religi seperti Goa Maria didukung 22 unit hotel. Bangka Barat memiliki wisata sejarah berupa Pesanggrahan Menumbing, tempat pengasingan Soekarno Presiden pertama RI dan didukung keindahan pantai yang memesona.

Demikian juga Bangka Selatan memiliki keindahan pantai yang tidak kalah indah dibandingkan pantai-pantai di daerah lainnya, memiliki 42 pulau kecil dan akses laut  cukup dekat dengan Pulau Belitung.  

Rustam Effendi berharap pengembangan KEK di Pulau Bangka menangkis anggapan bahwa hanya Pulau Belitung yang diperhatikan. 
     
"Saya sebagai kepala daerah berharap dua pulau ini menjadi ikon pariwisata nusantara di dunia internasional," harapnya.

Ia juga berharap Pemerintah Pusat dapat membantu percepatan pembangunan infrastruktur akses jalan menuju Desa Tuing Kabupaten Bangka dengan menggandeng investor. Jika mengandalkan anggaran pemerintah realisasi bisa memakan waktu yang lama. 

"Jika hanya mengandalkan dana dari pemerintah, maka proses pembangunan jalan di Tuing agak panjang, sehingga perlu mengandeng investor untuk mempercepat pembangunan jalan di kawasan wisata Tuing," ujarnya.

Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya memberi sinyal positif keinginan gubernur itu. Menteri menilai aksebilitas transportasi udara ke Pulau Bangka cukup memadai untuk ditetapkan menjadi KEK Pariwisata berikutnya.

"Untuk menuju Pulau Bangka hanya dibutuhkan waktu 45 menit dari Bandara Internasional Soekarno Hatta dan turis mancanegara yang berwisata di Singapura bisa langsung menuju Pulau Bangka dengan waktu tempuh 45 menit juga," katanya.

Menurut dia akses transportasi ini menjadi perhatian penting bagi suatu daerah menjadi KEK. Contohnya Daerah Tanjung Lesung, Banten dan Danau Toba. Akses daerah tersebut cukup jauh, sehingga tidak mampu menarik wisatawan untuk datang ke daerah itu. Penetapan KEK di dua daerah itu dianggap tidak berhasil.

"Kriteria khusus daerah dijadikan lokasi KEK harus sesuai RTRW, tidak berpotensi mengganggu kawasan hutan lindung dan terletak di jalur perdagangan, serta pelayaran Internasional. Saya nilai Pulau Bangka memenuhi kriteria ini, tinggal ditetapkan kabupaten mana yang akan dijadikan KEK," katanya.

Editor: Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Baca Juga