Jumat, 22 September 2017

KSOP Pangkalbalam Tidak Tambah Kapal Angkutan Mudik

id KSOP, kapal, Mudik
KSOP Pangkalbalam Tidak Tambah Kapal Angkutan Mudik
Ilustrasi. (antaranews.com)
Saat ini ada lima kapal ro-ro dan satu unit kapal cepat dan cukup untuk melayani masyarakat yang akan mudik lebaran,
Pangkalpinang (Antara Babel) - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pangkalbalam, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyatakan tidak akan menambah armada kapal penumpang, karena ketersediaan moda transportasi laut itu mencukupi untuk melayani masyarakat selama mudik Lebaran Idul Fitri.

"Saat ini ada lima kapal ro-ro dan satu unit kapal cepat dan cukup untuk melayani masyarakat yang akan mudik lebaran," kata Plh Kepala KSOP Pangkalbalam, Hasoloan Siregar di Pangkalpinang, Rabu.

Ia menjelaskan saat ini sebanyak lima unit kapal ro-ro melayani calon penumpang rute Pelabuhan Pangkalbalam - Tanjung Priok, Jakarta dan satu unit kapal cepat rute Pelabuhan Pangkalbalam - Pelabuhan Tanjung Pandan, Belitung.

"Saat ini jumlah penumpang yang berangkat ke Jakarta hanya kisaran 50 hingga 80 orang per hari atau tidak sebanding dengan kapasitas kapal yang berkisar 700 hingga 800 orang per kapal," ujarnya.

Menurut dia tidak adanya penambahan kapal angkutan mudik lebaran ini, karena trend penumpang kapal dalam lima tahun terakhir ini yang selalu mengalami penurunan.

Jumlah penumpang kapal di Pelabuhan Pangkalbalam 2016 sebanyak 70.799 orang dengan rincian penumpang turun 35.064 orang dan naik 35.735 orang.

Sementara penumpang kapal 2015 sebanyak 104.608 orang dengan rincian penumpang yang turun 46.951 orang dan naik 57.657 orang.

"Diperkirakan penumpang kapal tahun ini juga mengalami penurunan yang cukup drastis, mengingat kondisi ekonomi masyarakat yang masih melesu sebagai dampak pemerintah daerah memperketat pengawasan tambang timah ilegal," ujarnya.

Ia mengatakan penurunan penumpang kapal ini terjadi semenjak pemerintah dan aparat kepolisian mengencarkan pengawasan dan penertiban tambang-tambang ilegal yang beroperasi di wilayah ini.

"Lima tahun sebelumnya, penumpang kapal didominasi pekerja tambang yang akan pulang kampung merayakan Idul Fitri," ujarnya.

Namun demikian, kata dia pihaknya tetap mewaspadai dan mengantisipasi calon penumpang kapal selama arus mudik tahun ini dengan mengoptimalkan pelayaran kapal angkutan orang itu.

"Selama arus mudik operasi kapal ini lebih ditingkatkan, guna mencegah penumpukan penumpang di terminal pelabuhan ini," ujarnya.

Editor: Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga