Polisi Tembak Laki-Laki Penyerang Polisi di Gereja Notre Dame

id Polisi
Polisi Tembak Laki-Laki Penyerang Polisi di Gereja Notre Dame
Ilustrasi - Polisi Prancis bersiaga pasca-penembakan rekan mereka oleh seseorang bersenjata di Paris, Ibu Kota Prancis, Kamis (20/04/2017). (AFP/P003)
Paris (Antara Babel) - Polisi Prancis menembak laki-laki yang menyerang polisi Paris memakai palu di luar salah satu ikon wisata Prancis, Gereja Notre Dame, di Prancis, Selasa petang waktu setempat. 

Laki-laki penyerang itu, akhirnya diketahui bersenjatakan pisau dapur, dilumpuhkan setelah membuat pengunjung Gereja Notre Dame takut. Ratusan orang meninggalkan gereja dan kafe-kafe terdekat saat sekitar 100 polisi mengepung lokasi.

Menteri Dalam Negeri Prancis, Gerard Collomd, sebagaimana dinyatakan the guardians, menyatakan, laki-laki penyerang yang dari KTP-nya diduga adalah mahasiswa Algeria, membawa senjata dan berteriak "Ini untuk Suriah", saat dia menyerang polisi berusia 22 tahun.  

Collomb juga mendatangi lokasi, 50 meter dari lokasi itu, untuk berdialog dengan polisi yang terlibat dalam serangan itu. Dia katakan, laki-laki itu mendekati polisi yang dia serang dari belakang, sekitar pukul 4.20 petang Selasa, mengambil palu dari tas punggungnya, dan memukulkan palu itu ke kepala salah satu polisi yang tengah berpatroli itu. 

"Rekan polisi itu kontan menembak dia untuk mencegah rekannya terluka lebih parah. Jika dia tidak bereaksi begitu, rekannya bisa lebih parah. Adapun laki-laki penyerang itu terluka tembak dan dirawat," kata Collomb.

Collomb katakan, "Sekali lagi polisi dan petugas keamanan di negara kami sebagaimna di belahan lain Eropa, menjadi korban penyerangan atas nama ideologi kriminal. Kami melihat di sini ada terorisme yang canggih hingga yang bersenjata benda-benda yang sangat biasa kita pergunakan sehari-hari," kata dia. 

"Penyerang diduga seorang mahasiswa dari Algeria, membawa kartu yang bisa kami verifikasi otentisitasnya," kata dia. 

Collomb katakan, pemerintah tengah pertimbangkan memberlakukan lagi kondisi darurat keamanan  nasional, sebagaimana pernah diberlakukan setelah pemboman dan penembakan massal di Paris pada November 2015 yang menewaskan 130 orang sipil. 

"Pertarungan melawan terorisme adalah prioritas bagi presiden republik ini," katanya, seraya menambahkan, pertemuan para petinggi di bidang pertahanan digelar di Istana Elysee, Paris, Rabu ini. 

Tiga hari sebelum ini, seorang laki-laki bersenjatakan pisau juga menyerang pejalan kaki di Jembatan London. Dia menikam siapa saja di restoran dan bar dekat Pasar Borough, dengan korban tujuh orang tewas. 

Editor: Riza Mulyadi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga