Kamis, 22 Juni 2017

Baznas Provinsi Kepulauan Babel Targetkan Penerimaan Zakat Rp15 Miliar

id zakat
Baznas Provinsi Kepulauan Babel Targetkan Penerimaan Zakat Rp15 Miliar
Ilustrasi - Umat muslim membayarkan zakat fitrah kepada panitia amil zakat di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (9/6/2017). Waktu pembayaran dibuka hingga malam takbiran dengan pembayaran zakat senilai Rp50ribu dan beras 3,5 liter. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Kami optimistis penerimaan zakat tahun ini tercapai, karena kesadaran masyarakat membayar zakat sudah cukup baik,
Pangkalpinang (Antara Babel) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menargetkan penerimaan zakat pada 2017 sebesar Rp15 miliar atau mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya Rp1,8 miliar.

"Kami optimistis penerimaan zakat tahun ini tercapai, karena kesadaran masyarakat membayar zakat sudah cukup baik," kata Wakil Ketua II Bagian Pendistribusian dan Pemberdayagunaan Zakat, Infaq serta Sedekah Baznas Kepulauan Babel Syamsir di Pangkalpinang, Senin

Ia menjelaskan tren penerimaan zakat dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Ia mencontohkan seperti penerimaan zakat 2016 sebesar Rp1,8 miliar atau meningkat dibandingkan 2015 sebesar Rp1,3 miliar.

"Saat ini pengumpulan zakat Januari hingga Mei 2017 sudah mencapai Rp800 juta lebih dan diperkirakan akan mengalami peningkatan signifikan, seiring akan adanya kebijakan Gubernur Kepulauan Babel mewajibkan seluruh PNS di lingkungan pemprov berzakat di Baznas," katanya.

Selain itu, kata dia gubernur akan mewajibkan lembaga vertikal, perusahaan BUMN dan swasta di provinsi tersebut untuk menyalurkan zakatnya ke Baznas.

"Sebenarnya potensi zakat di Provinsi Babel sangat luar biasa dan dengan adanya bantuan serta dorongan pemerintah daerah akan sangat membantu Baznas dalam mengumpulkan dan mengelola zakat," ujarnya.

Pada pertemuan dengan Gubernur Kepulauan Babel Erzaldi Rosman sebelumnya, kata dia gubernur menawarkan Baznas untuk memiliki target pengumpulan zakat 2017 sebesar Rp27 miliar dan 2019 sebesar Rp50 miliar.

"Ini tantangan kita untuk dapat mengumpulkan zakat sebanyak-banyaknya untuk membantu pemerintah daerah dalam menekan angka kemiskinan, pengangguran dan memberdayakan masyarakat di daerah terpencil," ujarnya.

Editor: Riza Mulyadi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga