Jumat, 18 Agustus 2017

BI Gelar Layanan Keliling Penukaran Uang Baru

id UANG BARU
BI Gelar Layanan Keliling Penukaran Uang Baru
Dokumentasi lembaran mata uang rupiah edisi baru. (ANTARA FOTO/Adwit B Pramono)
Beberapa armada kami kerahkan untuk melakukan kegiatan penukaran uang secara keliling bersama sejumlah bank yang ditunjuk di masing-masing daerah,
Tulungagung (Antara Babel) - Bank Indonesia cabang Kediri menggelar layanan penukaran uang baru secara keliling di beberapa kota se-eks-Karesidenan Kediri, seperti Kabupaten/Kota Kediri, Tulungagung, Blitar, Nganjuk, dan Trenggalek guna memenuhi kebutuhan uang pecahan masyarakat untuk Lebaran.

"Beberapa armada kami kerahkan untuk melakukan kegiatan penukaran uang secara keliling bersama sejumlah bank yang ditunjuk di masing-masing daerah," kata Humas Bank Indonesia Perwakilan Kediri, Danny Agustino, Minggu.

Selain mobil BI, sejumlah bank juga melakukan kegiatan layanan serupa di lokasi yang sama.

Di Tulungagung, aktivitas layanan penukaran uang melalui kendaraan keliling dilakukan sepekan sekali.

Terakhir layanan penukaran uang baru terpantau pada Sabtu (17/6) di sekitar Alun-alun Kota Tulungagung. 

Dengan durasi kurang dari satu jam, uang baru yang disediakan oleh BI Kediri sebesar Rp 370 juta dengan empat mata uang pecahan dari Rp2.000 hingga Rp20 ribu.

"Kemarin kami gelar di alon alon Tulungagung dengan melibatkan enam bank umum lain, seperti dari Bank Jatim, Mandiri, BNI 46, BRI, BTN dan Bank Sinhan," ujarnya.

Danny mengatakan, kantor perwakilan BI Kediri, telah memproyeksikan kebutuhan uang masyarakat (outflow) untuk periode Ramadan tahun 2017 di wilayah kerjanya mencapai Rp6,5 triliun. 

Jumlah tersebut meningkat jika dibandingkan dengan realisasi outflow pada tahun 2015 dan tahun 2016.

Berdasarkan catatan realisasi outflow tahun pembukuan 2015 tercapai volume penukaran uang baru sebesar Rp3,4 triliun, sedangkan pada 2016 naik menjadi Rp5,2 triliun.

Adapun, proyeksi kebutuhan masyarakat pada Ramadhan 2017 mencapai Rp6,5 triliun, terinci sebesar Rp6,1 triliun di antaranya adalah untuk uang pecahan besar (UPB). 

Sedangkan sisanya sebesar Rp400 miliar adalah untuk uang pecahan kecil (UPK).

Danny mengatakan, BI Kediri meminta masyarakat tidak berlebihan dalam melakukan penukaran uang pecahan kecil baru. 

Warga juga diminta untuk menukarkan uangnya di tempat-tempat resmi guna menghindari diterimanya jumlah lembar yang lebih rendah dan kemungkinan adanya uang palsu.

Untuk mengontrol, BI membatasi jumlah uang pecahan kecil (UPK) baru yang dapat ditukar oleh masyarakat untuk keperluan Lebaran tahun ini (1438 H) dengan besaran maksimal Rp3,7 juta per orang.

"Pembatasan UPK baru yang dapat ditukar dalam rangka momentum Lebaran 2017 tersebut bertujuan untuk pemerataan," kata Danny.

Dijelaskan, rincian UPK baru sejumlah Rp3,7 juta tersebut adalah satu bendel uang pecahan Rp20 ribu sebesar Rp2 juta, satu bendel uang pecahan Rp10 ribu sebesar Rp1 juta, satu bendel uang pecahan Rp5 ribu sebesar Rp500 ribu dan satu bendel uang pecahan Rp2 ribu sebesar Rp200 ribu. 

Menurut Danny, untuk memperlancar layanan penukaran UPK baru tersebut, BI Kediri bekerja sama dengan sejumlah bank umum lainnya di 13 kabupaten/kota wilayah BI Kediri. 

Dengan membuka layanan di tempat-tempat stragtegis mulai tanggal 5 Juni hingga 20 Juni 2017.

"Dalam penukaran uang kami juga melibatkan bank umum untuk berpartisipasi dalam kegiatan penukaran UPK baru tersebut dengan memasang spanduk atau informasi layanan dan penukaran yang berlaku untuk umum atau tidak hanya nasabah bank bersangkutan saja," ujarnya. ***3*** 

Editor: Riza Mulyadi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga