1.144 Personel Operasi Ramadniya 2017 Disiapkan di Kota Bogor

id Polisi
1.144 Personel Operasi Ramadniya 2017 Disiapkan di Kota Bogor
Apel Operasi Ramadniya 2017. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Perlu penempatan personel di titik-titik rawan, baik itu rawan kemacetan, rawan kecelakaan, maupun rawan kriminalitas,
Bogor (Antara Babel) - Sebanyak 1.144 personel keamanan gabungan diterjunkan dalam pengamanan Idul Fitri 1438 Hijriah di Kota Bogor, Jawa Barat, dengan sandi Operasi Ramadniya 2017, Senin. 

Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, mengharapkan dengan pengerahan personel dalam jumlah besar dapat menjamin kondusifitas Kota Bogor sehingga masyarakat dapat berlebaran dengan aman dan nyaman. 

"Perlu penempatan personel di titik-titik rawan, baik itu rawan kemacetan, rawan kecelakaan, maupun rawan kriminalitas," kata Bima. 

Operasi Ramadniya 2017 ditandai dengan apel gelar pasukan di Lapangan Resima II Pelopor Brimob Polri, Kota Bogor. Yang melibatkan seluruh personel, mulai dari jajaran Polri, TNI, anggota pengamanan dari pemerintahan Satpol PP dan DLLAJ, BPBD dan unsur masyarakat. 

Sesuai dengan amanat Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian yang dibacakan Wali Kota Bogor, apel pasukan Operasi Ramadniya Idul Fitri sebagai sarana untuk konsolidasi dan pengecekan personel beserta kelengkapannya saran dan prasana sebelum menghadapi tugas pengamanan di lapangan. 

Kapolri mengharapkan sinergi seluruh aparat yang terlibat dalam pengamanan Idul Fitri agar masyarakat merawakan aman, nyaman, lancar serta dipenuhi rasa kebersamaan.

"Ada tiga poin utama yang disampaikan Kapolri untuk menjadi perhatian, sesuai instruksi Presiden yakni terjaganya stabilitas harga pangan, kondisi Kamtibmas serta kelancaran dan kenyamanan arus mudik dan arus balik," kata Bima. 

Bima menyebutkan, arahan Kapolri dalam mewujudkan stabilitas harga pangan, telah dibentuk Satgas Pangan yang bertugas memantau dan menjaga harga tetap stabil.

Sedangkan untuk menjaga kondisi Katibmas yang aman dan kondusif, seluruh Kasartwil mampu menekan angka kejahatan konvensional seperti pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, dan pencurian kendaraan bermotor. 

"Perlu diantisipasi pula kejahatan copet, bius, hipnotis, dan pencurian rumah kosong melalui kegiatan pencegahan dan penindakan," kata Bima membacakan arahan Kapolri.

Anggota juga ditekannkan untuk meningkatkan kegiatan sambang dan patroli di titik-titik rawan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, seperti terminal, stasiun, pemukiman dan pusat perbelanjaan. 

Termasuk arus lalu lintas, personel ditekankan memberikan pelayanan penuh pada titik rawan laka dan rawan kemacetan. Beberapa terobosan diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang mudik maupun berlibur lebaran. 

"Operasi Ramadniya ini juga diminta memperbanyak imbauan melalui spanduk, berisi pesan kamtibmas dan peringatan untuk berhati-hati selama berkendaraan," kata Bima.

Editor: Riza Mulyadi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga