Kamis, 24 Agustus 2017

Bupati Bangka Barat Apresiasi Peran PT Timah Bangun Daerah

id timah
Bupati Bangka Barat Apresiasi Peran PT Timah Bangun Daerah
Direktur PT Timah (Persero) Tbk, M Riza Pahlevi Tabrani berfoto bersama Bupati Bangka Barat Parhan Ali dan sejumlah pejabat saat menghadiri pesta rakyat HUT PT Timah ke-41 yang digelar di lapangan Unit Metalurgi Muntok, Minggu (6/8). (antarababel.com/Donatus DP)
Muntok (Antara Babel) - Bupati Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Parhan Ali, memberikan apresiasi atas peran PT Timah (Persero) Tbk mendukung pembangunan di daerah itu.

"Selama ini perusahaan milik negara itu selalu mendukung dan berpartisipasi dalam membangun daerah, baik berupa materi maupun motivasi untuk mempercepat pembangunan masyarakat dan daerah," kata Bupati Parhan Ali di Muntok, Minggu.

Hal itu dikatakan Parhan Ali saat menghadiri Pesta Rakyat HUT ke-41 PT Timah (Persero) Tbk yang digelar di lapangan Unit Metalurgi Muntok.

"Peran dan partisipasi perusahaan negara itu dalam membangun daerah cukup besar, salah satunya melalui kegiatan pesta rakyat yang melibatkan sejumlah pengusaha kecil lokal dan bakti sosial yang sudah digelar beberapa hari lalu," katanya.

Ia berharap, peran tersebut bisa terus berlanjut dan meningkat demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat yang ada di ujung barat Pulau Bangka itu.

"Rencana pembangunan pabrik pengolahan tanah jarang kami harapkan bisa segera terwujud sehingga membuka banyak lapangan kerja di daerah," katanya.

Direktur PT Timah (Persero) Tbk, M Riza Pahlevi Tabrani mengatakan perusahaan terus melakukan inovasi agar dapat memberikan kontribusi bagi negara menuju pembangunan nasional dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Kami juga sedang melakukan kajian pembangunan pabrik pengolahan tanah jarang  di kawasan Tanjungular Muntok," kata Riza.

Ia mengatakan, lokasi pembangunan pabrik sudah disiapkan lahan seluas 100 hektare di kawasan industri Tanjungular Muntok.

Namun pihaknya belum bisa memberikan gambaran riil mengenai realisasi pembangunan pengolahan tanah jarang tersebut karena hingga saat ini masih dalam tahap kajian.

"Yang pasti rencana ini bukan sekedar wacana karena proses penelitian sudah dilaksanakan untuk mencari teknologi yang tepat untuk mengolah bahan itu," katanya.

Apabila rencana sudah terealisasi, kata dia, akan tersedia cukup banyak lapangan kerja, terutama bagi masyarakat setempat.

"Sebagai langkah awal tentunya akan menggunakan sumber daya manusia yang sudaj ada, namun jika sudah efektif tidak menutup kemungkinan akan menyediakan lapangan kerja bagi anak-anak muda di Babel," katanya.

Editor: Riza Mulyadi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga