Laporan keuangan Pemkab Bangka dapat predikat WTP

Sungailiat, 23/5 (Antara) - Pemerintah Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk laporan keuangan tahun 2012.

"Predikat tersebut diraih setelah BPK RI melakukan pemeriksaan terhadap laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Bangka tahun 2012," kata Bupati Bangka Yusroni Yazid di Sungailiat, Kamis.

Keberhasilan meraih predikat WTP, kata Bupati, merupakan suatu kebanggaan karena tidak semua daerah di Indonesia mendapatkan predikat tersebut.

Predikat WTP didasarkan pertimbangan atas kesesuaian dengan standar akuntansi pemerintahan, efektivitas pengendalian intern, kepatuhan terhadap ketentuan perundang-undangan dan pengungkapan data yang lengkap.

Meski meraih predikat WTP, bupati mengakui BPK dalam hasil pemeriksaan laporan keuangan itu memberikan catatan yang harus ditanggapi selama 60 hari ke depan.

"Hasil yang disampaikan BPK atas pemeriksaannya ini ada dua hal yakni sistem pengedalian intenal dan kepatuhan terhadap perundang-undangan," jelasnya.

Menurut dia, pengendalian internal dilakukan langsung di bawah lembaga Inspektorat yang bertugas memberikan pembinaan ke semua instansi terkait pengunaan keuangan pemerintah daerah, sedangkan kepatuhan terhadap perundang-undangan yang dimaksudkan adalah pelaksanaan semua undang-undang termasuk peraturan pemerintah dan peraturan pelaksana di bawahnya.

Predikat WTP atas laporan keuangan tahun 2012 tersebut merupakan yang kedua kalinya diraih Pemkab Bangka setelah untuk laporan keuangaan tahun 2011.

"Atas keberhasilan menerima predikat WTP pada 2011 kita mendapatkan bonus dana pembinaan sebesar Rp25 miliar yang dimasukkan ke dalam APBD dan mudah-mudahan predikat tahun ini mendapat dana pembinaan lebih besar," kata Yusroni Yazid.

Bupati berjanji akan memberikan tanggapan atas catatan hasil pemeriksaan BPK kurang dari 60 hari. Catatan BPK bukan karena adanya penyimpangan penggunaan anggaran, melainkan masalah seperti kurangnya pendataan jumlah aset.