Pilkada Pangkalpinang Dipastikan Dua Putaran

Pangkalpinang (Antara Babel) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pangkalpinang menetapkan pemilahan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pangkalpinang periode 2013-2018 berlangsung dua putaran karena tidak ada pasangan yang meraih suara di atas 30 persen.

"Kami telah melakukan rekapitulasi penghitungan suara dan tidak ada pasangan calon yang meraih suara di atas 30 persen sehingga pemilihan akan berlangsung dua putaran," kata Ketua KPU Kota Pangkalpinang Sukartono, Selasa.

Ia menjelaskan, dua pasangan calon kepala daerah yang meraih suara terbanyak dan akan maju ke putaran kedua yakni Saparudin-Maulana Aklil dengan 18.756 suara (29,77 persen) dan Irwansyah-Muhammad Sopian 14.051 suara (22,30 persen).

"Dalam waktu dekat kami akan menyerahkan rekapitulasi penghitungan dan penetapan hasil pemilihan kepada tim kampanye pasangan calon," ujarnya.

Menurut dia, rekapitulasi penghitungan suara dan penetapan hasil pemilihan telah dilakukan sesuai dengan prosedur dan tahapan pilkada.

Namun demikian, pihaknya tidak menutup kesempatan bagi tim sukses atau pasangan calon yang ingin mengajukan keberatan atas putusan tersebut.

"Kami sudah menyediakan formulir keberatan bagi pihak yang merasa dirugikan dan bisa mengajukannya ke Mahkamah Konsitusi (MK) disertai dengan bukti yang ditemukan," ujarnya.

Ia mengatakan pihaknya akan tetap melanjutkan tahapan pilkada putaran kedua sesuai dengan jadwal untuk menjaga stabilitas keamanan dan kelancaran pemilihan di daerah itu.

"Mudah-mudahan siatuasi kondusif yang berlangsung selama ini dapat tetap dijaga agar pilkada putaran dua berjalan dengan aman dan lancar," ujarnya.

KPU menyelenggarakan rapat pleno penghitungan suara pada Senin (1/7) dan menetapkan pasangan Saparudin-Maulana Aklil dan Irwansyah-Muhammad Sopian sebagai dua pasangan peraih suara terbanyak.

Posisi ketiga ditempati pasangan Bahar Buasan-Herman Faizuddin dengan 8.397 suara (13,33 persen), diikuti pasangan Ridwan Thalib-Sarpin 6.797 suara (10,80 persen), Thomas Japri-Yulianto 6.743 suara (10,70 persen), Malikul Amjad-Eka Mulya Putra 5.566 suara (8,84 persen), dan Naziarto-Nursaadah 2.682 suara (4,26 persen).