Pangkalpinang (Antara Babel) - Nilai ekspor dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung April 2014 mencapai 112 juta dolar AS,turun 14 persen dibanding Maret yang mencapai 130,1 juta dolar AS.
Total ekspor Babel tersebut terbagi atas ekspor timah sebesar 97,8 juta dolar AS dan non timah 14,2 juta dolar, kata Kepala Badan Pusat Statistik Babel, Herum Fajarwati di Pangkalpinang, Selasa.
Ia mengatakan, timah merupakan ekspor terbesar menyumbang 87,32 persen dari total ekspor selama periode April 2014, dengan negara tujuan utama yaitu Singapura mencapai 77,9 juta dolar AS (68,3 persen) atau 79,7 prsen dari keseluruhan ekspor timah.
Diikuti Belanda sebesar 4,7 juta dolar AS (4,8 persen), Amerika Serikat 3,9 juta dolar AS (4 persen), Jepang sebesar 2,7 juta dolar AS (2,8 persen) dan Korea 1,7 juta dolar AS (1,7 persen), kontribusi ke-lima negara tersebut mencapai 9,2 persen dari total ekspor timah di Babel.
Dibanding Maret 2014 terjadi penurunan ekspor timah ke-lima negara tersebut sebesar 7,3 persen, dari 98 juta dolar menjadi 90,9 juta dolar AS. Penurunan terbesar ke Belanda sebesar 57,4 persen dari 10,9 juta dolar menjadi 4,7 juta dolar AS, menyusul Korea 53,1 persen, Jepang 52,3 persen dan Amerika Serikat 33,6 persen, sedangkan Singapura mengalami kenaikan 8,4 persen.
Ia mengatakan, ekspor non timah selama periode April 2014 ke Korea mencapai 6,4 juta dolar AS dengan komoditi ekspor terbesar adalah minyak sawit mentah, diikuti Singapura yang mencapai 5,1 juta dolar AS dengan komoditi ekspor terbesar adalah perikanan dan olahannya, lada putih dan berbagai barang logam dasar.
Kemudian Tiongkok sebesar 1,6 juta dolar AS dengan komoditi ekspor karet, Malaysia 0,6 juta dolar AS dengan perikanan dan olahannya, Vietnam 0,1 juta dolar AS dengan lada putih dan Jepang 0,1 juta dolar AS yang juga dengan lada putih, sedangkan pada April 2014 tidak ada ekspor ke Bangladesh kontribusi negara-negara tersebut mencapai 98,6 persen dari total ekspor non timah.
Ia menjelaskan, komoditi utama penyumbang ekspor non timah terbesar pada April 2014 berdasarkan kode Harmonized System (HS) 2 digit adalah golongan minyak atau lemak hewani nabati (HS 15) yaitu sebesar 6,4 juta dolar AS berperan 45 persen terhadap total ekspor non timah.
Diikuti golongan berbagai barang logam dasar (HS 83) sebesar 4,7 juta dolar AS (33,1 persen), kopi, teh dan rempah (HS 09) 0,8 juta dolar AS (5,6) persen, karet dan barang-barang dari karet (HS 40) 1,6 juta dolar AS (11,3 persen) sedangkan untuk golongan barang berbagai produk kimia (HS 38) tidak ada ekspor.
Menurut dia, dari total ekspor non timah pada Januari-April 2014 mencapai 1,6 juta AS naik sebesar 68,4 persen dibandingkan periode yang sama 2013 hanya sebesar 48,5 juta dolar AS. Yang mengalami kenaikan terbesar adalah Korea yaitu hinga diatas sepuluh ribu persen.
Diikuti Singapura yaitu dari 3 juta dolar AS menjadi 36,5 juta dolar AS dan Jepang dari 1,6 juta dolar AS menjadi 1,8 juta sedangkan Vietnam mengalami penurunan dari 2,9 juta dolar AS menjadi 1,9 juta dolar AS, Tiongkok dari 21,3 juta dolar AS turun menjadi 7,9 juta dolar AS dan Malaysia dari 19,6 juta dolar AS turun menjadi 1,9 juta dolar AS.
COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2014
Total ekspor Babel tersebut terbagi atas ekspor timah sebesar 97,8 juta dolar AS dan non timah 14,2 juta dolar, kata Kepala Badan Pusat Statistik Babel, Herum Fajarwati di Pangkalpinang, Selasa.
Ia mengatakan, timah merupakan ekspor terbesar menyumbang 87,32 persen dari total ekspor selama periode April 2014, dengan negara tujuan utama yaitu Singapura mencapai 77,9 juta dolar AS (68,3 persen) atau 79,7 prsen dari keseluruhan ekspor timah.
Diikuti Belanda sebesar 4,7 juta dolar AS (4,8 persen), Amerika Serikat 3,9 juta dolar AS (4 persen), Jepang sebesar 2,7 juta dolar AS (2,8 persen) dan Korea 1,7 juta dolar AS (1,7 persen), kontribusi ke-lima negara tersebut mencapai 9,2 persen dari total ekspor timah di Babel.
Dibanding Maret 2014 terjadi penurunan ekspor timah ke-lima negara tersebut sebesar 7,3 persen, dari 98 juta dolar menjadi 90,9 juta dolar AS. Penurunan terbesar ke Belanda sebesar 57,4 persen dari 10,9 juta dolar menjadi 4,7 juta dolar AS, menyusul Korea 53,1 persen, Jepang 52,3 persen dan Amerika Serikat 33,6 persen, sedangkan Singapura mengalami kenaikan 8,4 persen.
Ia mengatakan, ekspor non timah selama periode April 2014 ke Korea mencapai 6,4 juta dolar AS dengan komoditi ekspor terbesar adalah minyak sawit mentah, diikuti Singapura yang mencapai 5,1 juta dolar AS dengan komoditi ekspor terbesar adalah perikanan dan olahannya, lada putih dan berbagai barang logam dasar.
Kemudian Tiongkok sebesar 1,6 juta dolar AS dengan komoditi ekspor karet, Malaysia 0,6 juta dolar AS dengan perikanan dan olahannya, Vietnam 0,1 juta dolar AS dengan lada putih dan Jepang 0,1 juta dolar AS yang juga dengan lada putih, sedangkan pada April 2014 tidak ada ekspor ke Bangladesh kontribusi negara-negara tersebut mencapai 98,6 persen dari total ekspor non timah.
Ia menjelaskan, komoditi utama penyumbang ekspor non timah terbesar pada April 2014 berdasarkan kode Harmonized System (HS) 2 digit adalah golongan minyak atau lemak hewani nabati (HS 15) yaitu sebesar 6,4 juta dolar AS berperan 45 persen terhadap total ekspor non timah.
Diikuti golongan berbagai barang logam dasar (HS 83) sebesar 4,7 juta dolar AS (33,1 persen), kopi, teh dan rempah (HS 09) 0,8 juta dolar AS (5,6) persen, karet dan barang-barang dari karet (HS 40) 1,6 juta dolar AS (11,3 persen) sedangkan untuk golongan barang berbagai produk kimia (HS 38) tidak ada ekspor.
Menurut dia, dari total ekspor non timah pada Januari-April 2014 mencapai 1,6 juta AS naik sebesar 68,4 persen dibandingkan periode yang sama 2013 hanya sebesar 48,5 juta dolar AS. Yang mengalami kenaikan terbesar adalah Korea yaitu hinga diatas sepuluh ribu persen.
Diikuti Singapura yaitu dari 3 juta dolar AS menjadi 36,5 juta dolar AS dan Jepang dari 1,6 juta dolar AS menjadi 1,8 juta sedangkan Vietnam mengalami penurunan dari 2,9 juta dolar AS menjadi 1,9 juta dolar AS, Tiongkok dari 21,3 juta dolar AS turun menjadi 7,9 juta dolar AS dan Malaysia dari 19,6 juta dolar AS turun menjadi 1,9 juta dolar AS.
Editor : Aprionis
COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2014