Pangkalpinang (Antara Babel) - Stok beras di gudang distributor Provinsi Bangka Belitung (Babel) mencapai 2.359 ton dan harga cenderung bertahan normal seiring pasokan dari daerah sentra produksi padi di Pulau Jawa dan Sumatera lancar.
"Diperkirakan stok beras di gudang distributor ini akan terus bertambah karena pengusaha tersebut selalu mendatangkan pasokan secara berkelanjutan," kata Kasi Pengadaan dan Penyaluran Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Babel, Marhoto di Pangkalpinang, Senin. Atas izin Kepala Disperindag Babel, Suharto.
Ia menjelaskan, sebanyak 2.359 ton beras tersebut tersebar di gudang distributor PT Bina Purnama Bersama sebanyak 600 ton, PT Bangka Alam Sejahtera sebanyak 300 ton, PT Cahaya Abadi 35 ton, Akon 200 ton, Bulog 199 ton, Toko Hartono 40 ton.
Selanjutnya di gudang distributor UD Mawar Jaya sebanyak 435 ton, CV. As sebanyak 25 ton, PT Globus Internusa 510 ton dan toko Kim Nyuk sebanyak 25 ton.
"Usai Idul Fitri 1435 Hijriah stok beras aman harga diperkirakan akan terus normal rata-rataRp10.000 per kilogram, jadi selama pasokan lancar dan permintaan stabil masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kenaikan harga makanan pokok itu," ujarnya.
Ia mengatakan, saat ini, permintaan beras stabil bahkan cenderung menurun seiring aktivitas penambangan rakyat sering terjaring razia.
"Selain itu, normalnya permintaan warga karena banyak warga tidak lagi melakukan penambangan bijih timah seiring aparat kepolisian gencar melakukan penertiban tambang rakyat, sehingga berdampak langsung terhadap ekonomi warga yang menurun," ujarnya.
Menurut dia, selama ini, timah masih merupakan pekerjaan utama warga untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka dan pada saat penambangan rakyat itu dilarang maka penambang timah ini sulit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Dalam kondisi ini, kami berharap penambang timah ini mencari pekerjaan lainnya atau mengurus surat izin penambangan ke instansi terkait," ujarnya.
COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2014
"Diperkirakan stok beras di gudang distributor ini akan terus bertambah karena pengusaha tersebut selalu mendatangkan pasokan secara berkelanjutan," kata Kasi Pengadaan dan Penyaluran Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Babel, Marhoto di Pangkalpinang, Senin. Atas izin Kepala Disperindag Babel, Suharto.
Ia menjelaskan, sebanyak 2.359 ton beras tersebut tersebar di gudang distributor PT Bina Purnama Bersama sebanyak 600 ton, PT Bangka Alam Sejahtera sebanyak 300 ton, PT Cahaya Abadi 35 ton, Akon 200 ton, Bulog 199 ton, Toko Hartono 40 ton.
Selanjutnya di gudang distributor UD Mawar Jaya sebanyak 435 ton, CV. As sebanyak 25 ton, PT Globus Internusa 510 ton dan toko Kim Nyuk sebanyak 25 ton.
"Usai Idul Fitri 1435 Hijriah stok beras aman harga diperkirakan akan terus normal rata-rataRp10.000 per kilogram, jadi selama pasokan lancar dan permintaan stabil masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kenaikan harga makanan pokok itu," ujarnya.
Ia mengatakan, saat ini, permintaan beras stabil bahkan cenderung menurun seiring aktivitas penambangan rakyat sering terjaring razia.
"Selain itu, normalnya permintaan warga karena banyak warga tidak lagi melakukan penambangan bijih timah seiring aparat kepolisian gencar melakukan penertiban tambang rakyat, sehingga berdampak langsung terhadap ekonomi warga yang menurun," ujarnya.
Menurut dia, selama ini, timah masih merupakan pekerjaan utama warga untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka dan pada saat penambangan rakyat itu dilarang maka penambang timah ini sulit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Dalam kondisi ini, kami berharap penambang timah ini mencari pekerjaan lainnya atau mengurus surat izin penambangan ke instansi terkait," ujarnya.
Editor : Aprionis
COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2014