Pangkalpinang, (Antara Babel) - Badan Pusat Statistik mencatat, pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung selama 2012 sebesar 5,7 persen dengan konsumsi domestik menjadi penyumbang utama pertumbuhan.

"Perekonomian Babel pada 2012 tumbuh 5,7 persen dibanding tahun 2011," kata Kepala BPS Provinsi Babel Teguh Pramono di Pangkalpinang, Selasa.

Sementara itu, besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada 2012 atas dasar harga berlaku mencapai Rp34,325 miliar, sementara atas dasar harga konstan mencapai Rp12,251 miliar.

Menurut Teguh, sektor ekonomi yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah sektor keuangan, real estate, jasa perusahaan dan konstruksi masing-masing mencapai 11 persen dan sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar 9,5 persen.

Menurut dia, krisis ekonomi global di Eropa berdampak pada menurunnya harga komoditi pertambangan timah serta bahan baku pertanian seperti CPO dan karet yang dihasilkan provinsi tersebut.

"Dampak krisis tersebut membuat pertumbuhan ekonomi kita melambat dibanding 2011 sebesar 6,5 persen meski semua sektor masih mengalami pertumbuhan," katanya.

Teguh menambahkan, struktur PDRB pada 2012 digunakan sebagian besar untuk memenuhi komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga sebesar Rp17,815 miliar.

"Komponen pengeluaran lainnya adalah pembentukan modal tetap bruto (PMTB) sebesar Rp9,235 miliar, konsumsi pemerintah sebesar Rp5,518 miliar, perubahan inventori sebesar Rp1,077 miliar, transaski ekspor sebesar Rp20,113 miliar dan impor sebesar Rp19,770 miliar," ujar dia.

Pertumbuhan ekonomi Babel didukung oleh hampir semua komponen yaitu konsumsi rumah tangga sebesar 6,5 persen, konsumsi lembaga non profit yang melayani rumah tangga (lnprt) tumbuh 4,4 persen, konsumsi pemerintah tumbuh 3,7 persen.

Selain itu, PMTB tumbuh 7,1 persen, perubahan inventori tumbuh sebesar 80,4 persen dan impor tumbuh sebesar 4,7 persen, sedangkan ekspor turum sebesar 0,1 persen.

Pewarta:

Editor : Ida


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2013