Koba (Antara Babel) - Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung, Ibnu Saleh menyatakan, pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) di Desa Kurau merupakan program pemberdayaan masyarakat.

"Ini untuk pemberdayaan masyarakat dan program untuk menata daerah itu menjadi tujuan wisatawan," ujarnya kepada pengunjuk rasa dari LAKI Pejuang 45 di DPRD setempat, Senin.

Ia menjelaskan, program penataan RLH tidak asal-asalan tetapi diharapkan jadi percontohan nasional dengan konsep "home stay".

"Nanti wisatawan dalam dan luar juga bisa singgah dan menginap di Kurau, maka kita tata agar lebih representatif," ujarnya.

Ia menjelaskan, Desa Kurau yang sebagian besar masyarakatnya tinggal di kawasan pesisir pantai akan dijadikan gerbang masuk untuk menuju Pulau Ketawai.

"Justru itu, kawasan pesisir Kurau kami tata dengan baik untuk menarik minat wisatawan lokal dan mencanegara," ujarnya.

Tentu saja, katanya, penataan kawasan pesisir yang terlihat kumuh itu memiliki dampak domino terhadap perekonomian masyarakat.

Sementara Ketua DPRD Bangka Tengah Algafry Rahman mengatakan, jika program ini merugikan masyarakat maka dirinya siap pasang badan membela warga.

"Saya yakin tidak ada program pemerintah daerah yang merugikan masyarakat, jika masyarakat merasa dirugikan maka kami siap bela masyarakat," ujarnya.

Ia menjelaskan, program penataan kawasan pesisir Kurau dari pemerintah untuk masyarakat agar warga lebih sejahtera.

"Saya berharap LAKI Pejuang 45 sama-sama membantu pemerintah dan masyarakat untuk membangun daerah," ujarnya.

Ia mengatakan, Kurau akan dijadikan gerbang masuk ke Pulau Ketawai maka dilakukan penataan rumah yang lebih layak huni.

"Masalah pembangunan rumah itu memiliki bunga cukup ringan, pemerintah bekerja sama dengan lembaga perbankan," ujarnya.

Pewarta: Ahmadi

Editor : Mulki


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2015