Pangkalpinang (Antara Babel) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menyatakan harga beras di daerah tersebut masih stabil karena stok cukup untuk memenuhi kebutuhan warga.
"Berdasarkan pantuan petugas di sejumlah pasar, harga beras masih stabil, masih dalam batas kewajaran yaitu berkisar antara Rp11.500 hingga Rp12.000 per kilogram," kata Kasi Pengadaan dan Penyaluran Disperindag Babel, Marhoto di Pangkalpinang, Kamis.
Ia mengatakan, diperkirakan stok beras cukup hingga satu bulan kedepan demikian juga dengan harga yang akan terus bertahan selama stok dapat memenuhi permintaan warga.
Menurut dia, harga pada setiap pedagang eceran mungkin berbeda karena dipengaruhi beberapa hal seperti upah pekerja angkut beras dan biaya transportasi.
Apalagi, lanjutnya bagi pedagang eceran yang jarak tempuhnya cukup jauh dari distributor, namun harga yang dijual masih dalam batas kewajaran.
Menurut dia, distributor mendatangkan pasokan makanan pokok itu secara kontinyu sebagai antisipasi dini untuk menghindari pelonjakkan harga yang tinggi sehingga warga tidak perlu khawatir lagi dengan kenaikan harga.
"Sebagian besar kebutuhan ini dipasok menggunakan jasa angkutan kapal laut, karena biaya transportasi yang lebih murah dibanding menggunakan jasa pesawat udara," ujarnya.
Selanjutnya, kata dia, dengan mendatangkan pasokan dari luar daerah maka kebutuhan warga dapat terpenuhi karena hasil petani lokal masih minim.
"Hasil petani lokal belum maksimal maka itu perlu tambahan dari beberapa daerah seperti dari Jawa dan Palembang selain itu juga penduduk di daerah ini terus bertambah karena banyak perantau yang berdatangan ke daerah ini," ujarnya.
COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2015
"Berdasarkan pantuan petugas di sejumlah pasar, harga beras masih stabil, masih dalam batas kewajaran yaitu berkisar antara Rp11.500 hingga Rp12.000 per kilogram," kata Kasi Pengadaan dan Penyaluran Disperindag Babel, Marhoto di Pangkalpinang, Kamis.
Ia mengatakan, diperkirakan stok beras cukup hingga satu bulan kedepan demikian juga dengan harga yang akan terus bertahan selama stok dapat memenuhi permintaan warga.
Menurut dia, harga pada setiap pedagang eceran mungkin berbeda karena dipengaruhi beberapa hal seperti upah pekerja angkut beras dan biaya transportasi.
Apalagi, lanjutnya bagi pedagang eceran yang jarak tempuhnya cukup jauh dari distributor, namun harga yang dijual masih dalam batas kewajaran.
Menurut dia, distributor mendatangkan pasokan makanan pokok itu secara kontinyu sebagai antisipasi dini untuk menghindari pelonjakkan harga yang tinggi sehingga warga tidak perlu khawatir lagi dengan kenaikan harga.
"Sebagian besar kebutuhan ini dipasok menggunakan jasa angkutan kapal laut, karena biaya transportasi yang lebih murah dibanding menggunakan jasa pesawat udara," ujarnya.
Selanjutnya, kata dia, dengan mendatangkan pasokan dari luar daerah maka kebutuhan warga dapat terpenuhi karena hasil petani lokal masih minim.
"Hasil petani lokal belum maksimal maka itu perlu tambahan dari beberapa daerah seperti dari Jawa dan Palembang selain itu juga penduduk di daerah ini terus bertambah karena banyak perantau yang berdatangan ke daerah ini," ujarnya.
Editor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2015