Pangkalpinang (Antara Babel) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bangka Belitung mencatat harga telur di sejumlah pasar di daerah itu turun karena stok cukup dan dapat memenuhi permintaan konsumen.
"Saat ini harga telur ayam turun karena pasokan dari daerah sentra penghasil telur lancar, sedangkan permintaan mulai stabil," kata Kasi Pengadaan dan Penyaluran Disperindag Babel, Marhoto di Pangkalpinang, Senin.
Ia menjelaskan, harga telur ayam broiler turun menjadi Rp22.000 dibanding sebelumnya Rp23.000 per kilogram, sedangkan harga telur ayam kampung turun menjadi Rp27.000 dari sebelumnya Rp30.000 per kilogram.
"Persediaan telur yang cukup serta permintaan yang normal berdampak terhadap kestabilan harga," ujarnya.
Menurut dia, lancarnya pasokan yang datang dari luar daerah karena produksi dari peternak ayam petelur mulai meningkat sehingga diharapkan distributor telur di daerah ini terus meningkatkan pasokan untuk antisipasi lonjakan harga.
"Untuk memenuhi kebutuhan warga sehari-sehari pedagang menambah pasokannya dari luar daerah seperti dari Jawa, Palembang dan Medan," katanya.
Untuk itu, ia mengimbau pengusaha untuk terus meningkatkan stok telur sebagai antisipasi dini kenaikan harga yang akan memberatkan ekonomi warga kurang mampu.
"Sebagian besar kebutuhan ini dipasok menggunakan jasa angkutan kapal laut, karena biaya transportasi yang lebih murah dibanding menggunakan jasa pesawat udara," ujarnya.
COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2015
"Saat ini harga telur ayam turun karena pasokan dari daerah sentra penghasil telur lancar, sedangkan permintaan mulai stabil," kata Kasi Pengadaan dan Penyaluran Disperindag Babel, Marhoto di Pangkalpinang, Senin.
Ia menjelaskan, harga telur ayam broiler turun menjadi Rp22.000 dibanding sebelumnya Rp23.000 per kilogram, sedangkan harga telur ayam kampung turun menjadi Rp27.000 dari sebelumnya Rp30.000 per kilogram.
"Persediaan telur yang cukup serta permintaan yang normal berdampak terhadap kestabilan harga," ujarnya.
Menurut dia, lancarnya pasokan yang datang dari luar daerah karena produksi dari peternak ayam petelur mulai meningkat sehingga diharapkan distributor telur di daerah ini terus meningkatkan pasokan untuk antisipasi lonjakan harga.
"Untuk memenuhi kebutuhan warga sehari-sehari pedagang menambah pasokannya dari luar daerah seperti dari Jawa, Palembang dan Medan," katanya.
Untuk itu, ia mengimbau pengusaha untuk terus meningkatkan stok telur sebagai antisipasi dini kenaikan harga yang akan memberatkan ekonomi warga kurang mampu.
"Sebagian besar kebutuhan ini dipasok menggunakan jasa angkutan kapal laut, karena biaya transportasi yang lebih murah dibanding menggunakan jasa pesawat udara," ujarnya.
Editor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2015