Sungailiat, 25/2 (Antara) - Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengingatkan peternak sapi untuk waspada sapi "bloating" atau kembung selama musim hujan.
    
"Bloating atau kembung merupakan penyakit yang sering muncul pada saat musim hujan, meski terlihat sepele tapi pada kasus yang berat dapat berakibat kematian pada ternak," kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bangka Ahmad Syahbandi di Sungailiat, Senin.
    
Lebih lanjut, seorang petugas di Distannak, drh. Eka Irawati menjelaskan bloating pada sapi diakibatkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah akumulasi gas yang berlebihan di dalam perut ternak.
    
"Seperti kita ketahui, sapi merupakan hewan ruminansia dengan sistem pencernaan empat lambung, salah satunya adalah rumen yang berfungsi untuk poses pencernaan berupa fermentasi makanan," kata drh. Eka.
    
Drh. Eka menjelaskan proses pencernaan bahan makanan pada sapi menghasilkan gas yang pada saat musim hujan sering terakumulasi di dalam rumen karena berlebihnya kandungan air dalam pakan.
    
"Oleh sebab itu, pakan sapi berupa rumput sebaiknya dijemur dulu sebentar guna menghilangkan uap air pada rumput," katanya.
    
Selain itu, drh. Eka juga menyarankan agar peternak tidak menggembala sapi terlalu pagi sebelum matahari benar-benar muncul.
    
"Untuk tindakan penyembuhan dari bloating, sapi harus di-trokar atau ditusuk lambungnya untuk mengeluarkan gas, selain itu juga ada pengobatan lain dengan memberi obat kembung pada sapi," katanya.
    
Selama tahun 2012, populasi sapi di Kabupaten Bangka berjumlah 9.258 ekor dengan jumlah kematian 22 ekor sepanjang tahun.

Pewarta:

Editor : Ida


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2013