Dalam rangka menindak-lanjuti beragam pembahasan bersama Bank Indonesia terkait penanggulangan inflasi, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) inspeksi ke sejumlah distributor beras, telur dan hortikultura seperti cabai, bawang merah, bawang putih dan lain-lain. 

Inspeksi yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pangkalpinang ini merupakan komitmen untuk berupaya melawan tingginya inflasi di Kota Beribu Senyuman, Rabu (7/8).

Gudang hortikultura Jalan Jembatan 12 menjadi tempat pertama yang dikunjungi TPID Kota Pangkalpinang, selanjutnya mengunjungi gudang beras Jalan Suka Damai (Konghin) dan Gudang Telur Simpang Kampak untuk memeriksa harga dan pasokan. 

Menurut Sekda Kota Pangkalpinang, Radmida Dawam, sampai saat ini belum ada kenaikan yang signifikan dan masih menggunakan harga yang lama.

“Hari ini TPID Pemerintah Kota Pangkalpinang bersama BI mengadakan sidak ke pasar-pasar serta distributor untuk melihat harga barang-barang di distributor tersebut. Sampai saat ini kami melihat belum ada kenaikan yang signifikan, masih menggunakan harga yang lama," ujar Radmida.

Pemerintah Kota Pangkalpinang, tambah Radmida, sedang melakukan sejumlah kegiatan yang ditujukan kepada masyarakat yang terdampak inflasi seperti pasar murah. 

Ia mengatakan, TPID Kota Pangkalpinang juga telah menyebarkan surat edaran penghematan energi, menghimbau kepada masyarakat untuk menanam cabai di pekarangan rumah.

“Minimal untuk kebutuhan sendiri, Pemerintah Kota Pangkalpinang bersama tim akan terus berupaya melawan kenaikan inflasi," katanya.

Senada, Deputi Kepala Perwakilan KPw Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Agus Taufik terangkan temuannya dilapangan bahwa pasokan dipastikan tetap aman dan terjaga. 

Ia juga mengungkapkan tidak ada masalah pasokan khususnya berasa, telur dan hortikultura. Agus memastikan harga-harganya masih standar.

“Pasokan yang penting aman, tidak ada masalah dengan pasokan seperti beras, telur dan hortikultura. Harga-harganya masih standar, telur ada kenaikan dikit kemudian turun lagi, kemarin 1.850 rupiah sekarang turun 1.750 rupiah, ini anomali sebenarnya dan tentunya bagi masyarakat ini kabar baik yang perlu kita sampaikan sama-sama," kata Agus.

Agus mengatakan, pihaknya memprediksi akan terjadinya kenaikan harga dari komoditas tersebut, namun pihaknya akan senantiasa berkomitmen untuk memastikan pasokan tetap terjaga. 

Selain itu kata Dia, bersama TPID Kota Pangkalpinang telah dipersiapkan beberapa program-program yang bertujuan untuk mengendalikan inflasi di Kota Pangkalpinang dan Bangka Belitung pada umumnya.

“Kita sudah ada prediksi dari distributor kemungkinan akan naik, tapi yang kita pastikan adalah pasokannya tetap terjaga. Pemerintah Daerah juga ada bantuan sosial untuk membantu masyarakat agar tidak terlalu terdampak atas kenaikan BBM, bu Sekda tadi sampaikan kalo di Kota Pangkalpinang ada program-program bantuan sosial kepada masyarakat langsung. Beberapa program akan terus dilakukan seperti operasi pasar dan monitoring," ujarnya.

Pewarta: Try M

Editor : Rustam Effendi


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2022