Pangkalpinang (Antara Babel) - Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia Provinsi Bangka Belitung, Bong Ming Ming, menyatakan kecewa dengan kondisi arena cabang olahraga silat di STMIK Atma Luhur, Selindung, Pangkalpinang.
"Kondisi arena untuk mempertandingkan olahraga silat tersebut sangat memprihatinkan untuk sekelas Porwil, seperti dari segi fasilitas ruangan yang sangat jauh dari standar untuk sebuah turnamen pencak silat tingkat Porwil," katanya di Pangkalpinang, Minggu.
Tidak layaknya arena itu terlihat pada saat malam pembukaan ketika diguyur hujan di mana kondisi tempat pertandingan tersebut bocor. Selain itu ruangan untuk juri dan wasit hanya berukuran 3 x 4 meter. Sedangkan ruangan itu untuk menampung 40 orang wasit dan juri untuk melakukan rapat, makan dan istirahat.
Dia mengatakan, dengan kondisi sekarang, banyak para peserta mengeluhkan hal tersebut ke panitia.
Selain itu kondisi wc yang hanya ada enam ruangan dan ada satu yang rusak sehingga sangat menyulitkan para peserta pertandingan yang berjumlah lebih dari 350 orang.
"Kami sangat apresiasi kinerja para panitia dan KONI Babel dengan semangat penghematan anggaran. Namun jangan sampai itu justru mengurangi kualitas arena pertandingan. Padahal arena pertandingan adalah hal yang sangat penting, di mana Babel sebagai tuan rumah hanya bisa mempersiapkan arena untuk cabang pencak silat yang jauh dari standar IPSI," katanya.
Ketua IPSI Bangka Barat ini juga menyampaikan, seharusnya Porwil ini menjaga nama baik Provinsi Babel. Namun adanya protes para peserta ini harus menjadi evaluasi bersama.
Menurutnya, seharusnya dengan dana yang begitu besar, KONI Babel dapat menyiapkan arena untuk pertandingan pencak silat yang layak. Hal tersebut sudah jauh-jauh hari disampaikan pengurus IPSI Babel ke PB Porwil, tetapi tetap saja dipaksakan dengan kondisi yang seperti ini.
"Jujur saya pribadi, merasa malu dan kecewa melihat kondisi yang seperti ini. Kami hanya bisa berharap semoga kondisi yang seperti ini tidak mengurangi semangat dan sportivitas para atlet," katanya.
COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2015
"Kondisi arena untuk mempertandingkan olahraga silat tersebut sangat memprihatinkan untuk sekelas Porwil, seperti dari segi fasilitas ruangan yang sangat jauh dari standar untuk sebuah turnamen pencak silat tingkat Porwil," katanya di Pangkalpinang, Minggu.
Tidak layaknya arena itu terlihat pada saat malam pembukaan ketika diguyur hujan di mana kondisi tempat pertandingan tersebut bocor. Selain itu ruangan untuk juri dan wasit hanya berukuran 3 x 4 meter. Sedangkan ruangan itu untuk menampung 40 orang wasit dan juri untuk melakukan rapat, makan dan istirahat.
Dia mengatakan, dengan kondisi sekarang, banyak para peserta mengeluhkan hal tersebut ke panitia.
Selain itu kondisi wc yang hanya ada enam ruangan dan ada satu yang rusak sehingga sangat menyulitkan para peserta pertandingan yang berjumlah lebih dari 350 orang.
"Kami sangat apresiasi kinerja para panitia dan KONI Babel dengan semangat penghematan anggaran. Namun jangan sampai itu justru mengurangi kualitas arena pertandingan. Padahal arena pertandingan adalah hal yang sangat penting, di mana Babel sebagai tuan rumah hanya bisa mempersiapkan arena untuk cabang pencak silat yang jauh dari standar IPSI," katanya.
Ketua IPSI Bangka Barat ini juga menyampaikan, seharusnya Porwil ini menjaga nama baik Provinsi Babel. Namun adanya protes para peserta ini harus menjadi evaluasi bersama.
Menurutnya, seharusnya dengan dana yang begitu besar, KONI Babel dapat menyiapkan arena untuk pertandingan pencak silat yang layak. Hal tersebut sudah jauh-jauh hari disampaikan pengurus IPSI Babel ke PB Porwil, tetapi tetap saja dipaksakan dengan kondisi yang seperti ini.
"Jujur saya pribadi, merasa malu dan kecewa melihat kondisi yang seperti ini. Kami hanya bisa berharap semoga kondisi yang seperti ini tidak mengurangi semangat dan sportivitas para atlet," katanya.
Editor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2015