Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, meminta warga agar menerapkan pola 3M plus untuk mencegah penyakit demam berdarah dengue (DBD).

"3M plus yaitu menguras bak mandi, menutup tempat penampungan air, mengubur dan mendaur ulang barang bekas tidak terpakai yang menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti," kata Kepala DKPPKB Bangka Selatan Agus Pranawa di Toboali, Senin.

DKPPKB Bangka Selatan mencatat penderita DBD pada Februari 2024 tercatat 47 kasus, sementara data sepanjang 2023 tercatat sebanyak 50 kasus.

Menurut Agus, dari Januari hingga pertengahan Februari 2024 terjadi peningkatan kasus DBD yang cukup signifikan.

"Dalam dua bulan sudah tercatat 47 kasus, sementara sepanjang 2023 hanya tercatat 50 kasus. Oleh karena itu, kita harus antisipasi dari sekarang dengan mendorong warga menerapkan 3M plus," katanya.

Ia mengatakan gerakan 3M Plus cukup efektif dalam menekan perkembangbiakan nyamuk demam berdarah dibandingkan melakukan pengasapan atau fogging.

"Menekan kasus demam berdarah tidak bisa hanya mengandalkan fogging saja. Pengasapan hanya bisa membunuh nyamuk dewasa tetapi tidak bisa membunuh jentik. Ketika kita semprot tetapi jentiknya masih ada, nanti jentik ini akan tumbuh menjadi nyamuk lagi," ujarnya.

Agus menjelaskan, nyamuk aedes aegypti biasanya sering muncul ketika musim hujan karena terdapat genangan air yang menyebabkan nyamuk berkembang biak.

Warga diminta selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat selama musim hujan dan meningkatkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

"Pemberantasan sarang nyamuk juga wajib dilaksanakan dan diperhatikan selama musim hujan, agar terhindar dari DBD," ujarnya.

Pewarta: Ahmadi

Editor : Bima Agustian


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2024