Jakarta (Antara Babel) - Presiden Joko Widodo membagikan secara simbolis 2.709 Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada para pelajar tingkat SD, SMP, SMA, SMK, Sekolah Luar Biasa (SLB) hingga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

"Catatan yang diberikan pada saya, hari ini dibagikan (KIP) kepada 2.709 anak. Sebentar, saya mau saya hitung dulu. Diangkat semua, ada satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, 2.709 sudah pas," kata Presiden di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran Jakarta, Kamis.

Presiden membuka Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan sekaligus pemberian Kartu Indonesia Pindat (KIP) kepada  pelajar di panti asuhan di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) dari 309 sekolah.

Menurut Presiden, KIP yang akan dibakian pada 2017 ada sebanyak 19 juta kartu.

"Dulunya 16,4 juta kartu, sekarang jadi 19 juta anak yang ingin kita bagikan semuanya. Khusus untuk yatim, anak yatim akan dibagikan 760 ribu anak di seluruh Indonesia. Sekali lagi 760 ribu anak yatim yang akan kita berikan. Baik yang berada di SD, SMP, maupun di SMA," ungkap Presiden.

Presiden meminta agar anak-anak berhati-hati dalam menggunakan uang yang ada dalam KIP tersebut hanya untuk keperluan sekolah.

"Jadi hati-hati anak-anak, untuk anak SD akan diberikan Rp450 ribu, yang SMP Rp750 ribu, yang SMA/SMK Rp1 juta. Hati-hati, hati-hati ini harus dipakai untuk hal-hal yang berkaitan dengan sekolah," ungkap Presiden.

Ia mencontohkan anak-anak bisa membeli sepatu, buku, seragam atau membayar uang sekolah tapi bukan untuk membeli pulsa.

"Bisa untuk beli sepatu boleh, bisa untuk beli buku, boleh, bisa untuk beli seragam boleh. Bisa untuk misalnya bayar sekolah juga boleh, tapi tidak boleh untuk beli pulsa. Ingat ya anak-anak ya. Jangan sampai uang yang diambil dari kartu itu dipakai untuk beli pulsa. Kalau nanti saya tahu, kartunya saya cabut. Hati-hati, anak-anak," ungkap Presiden.

Para pelajar dapat mencairkan uang tersebut di dua bank milik pemerintah yaitu Bank BRI dan Bank BNI.

Ada 12 orang anak yang secara simbolis mendapatkan KIP langsung dari Presiden Jokowi.

Mereka adalah Siti Saiyah dan Fahrul Roji dari SDN Tangerang 19, Ali Ridwan Adeputra dan Junah dari SMP 1 Tangerang Selatan, Siti Farifah dan Galeh Prasetyo dari SMA Islam Asy Syifa, Jujun GUstiawan dan Maulida Fitri dari SMK Swasta Inswan Mulia, Maryamul Lutfiah dan M Aji Wahyudin dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Miftahul Jannah, M Luthfi dari SLB 7 Jakarta dan Ervista dari SLB Nusantara.

Menteri Koordinatur bidang Pembangunan Manusia Puan Maharani dalam sambutannya mengatakan bahwa ada total 896.781 anak yatim piatu yang terdata pada 2016.

"Dari jumlah itu anak yatim piatu penerima KIP baru 155.933 anak dan masih ada 767.484 anak yang belum menerima KIP dan akan mendapat manfaat dana program ini pada 2017," kata Puan.

Menurut Puan, Rembuk Nasional yang akan berlangsung pada 25-27 Januari ini dihadiri 1.045 peserta yang berasal dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Dinas seluruh Indonesia, guru, unit teknis, lembaga sensor film, dewan keseninan nasional dan lembaga mitra internasional yang mendukung program kebudayaan.

Pembahasan dalam rembuk nasional mencakup tiga hal dalam dunia pendidikan.

"Pertama meningkatkan pemerataan pelayanan pendidikan, meningkatkan mutu relevansi dan daya saing serta ketiga meningkatkan tata kelola pendidikan dan kebudayaan," ungkap Puan.

Pewarta: Desca Lidya Natalia

Editor : Rustam Effendi


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2017