Hari Anak Sedunia, yang dirayakan setiap tahun pada 20 November, menyerukan hak dan kesejahteraan anak-anak di seluruh dunia dan memperingati pengesahan Konvensi Hak-Hak Anak.

Di seluruh Jalur Gaza, pengeboman dan pertempuran selama dua tahun telah meninggalkan kehancuran yang dahsyat. Lebih dari 64.000 anak dilaporkan tewas dan luka-luka, dan lebih dari 56.000 anak kehilangan salah satu atau kedua orang tua mereka, demikian menurut Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF).

Semua anak tersebut mengalami peristiwa traumatis dan gangguan signifikan terhadap pendidikan mereka.

Perang telah merenggut banyak hal dari anak-anak di Gaza. Mereka kini berhak atas perdamaian yang langgeng dan abadi agar proses pemulihan yang panjang dapat dimulai, ujar Direktur Eksekutif UNICEF Catherine Russell.

 

Anak Palestina di sebuah tempat penampungan sementara di Deir al-Balah, Jalur Gaza tengah, pada 6 Januari 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)

 

Anak-anak Palestina terlihat di dekat rumah mereka yang rusak di Beit Lahia, Jalur Gaza utara, pada 3 Maret 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)

 

Anak-anak Palestina terlihat di dekat rumah mereka yang rusak di Beit Lahia, Jalur Gaza utara, pada 3 Maret 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad

Pewarta: Xinhua

Editor : Bima Agustian


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2025