Kementerian Haji dan Umrah menyampaikan bahwa petugas haji yang teridentifikasi sudah pernah menunaikan ibadah haji sebelumnya, pada tahun ini tidak akan diarahkan ke Arafah terlebih dahulu, melainkan langsung diterjunkan ke Mina.
Menurut Laksma TNI Harun Arrasyid, rencana tersebut untuk memaksimalkan pelayanan ibadah haji, khususnya pada fase puncak di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Usai memberikan materi pada diklat calon petugas haji 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu malam, Harun menjelaskan bahwa langkah itu diambil berdasarkan evaluasi mendalam terhadap pelayanan tahun-tahun sebelumnya.
Tujuannya adalah untuk mengefektifkan penyambutan dan pemantauan pergerakan jamaah haji yang bergerak dari Muzdalifah menuju Mina.
"Rencana tahun ini agar pelayanan di Mina maksimal. Oleh karena itu, kita memiliki rencana bahwa petugas, baik itu dari unsur Linjam (Perlindungan Jamaah) maupun unsur lainnya yang sudah berhaji, akan langsung kita drop dari pemondokan atau hotel di Makkah menuju langsung ke Mina," ujar Harun.
Baca juga: Jamaah haji dilarang jalan kaki dari Muzdalifah ke Mina
Strategi tersebut dinilai krusial karena Mina merupakan titik paling melelahkan dalam rangkaian ibadah haji. Dengan menempatkan petugas yang sudah berhaji langsung di Mina, mereka diharapkan memiliki stamina yang lebih bugar karena tidak perlu mengikuti rangkaian wukuf di Arafah dan mabit di Muzdalifah yang menguras tenaga.
Petugas-petugas itu akan menjadi garda terdepan dalam menyambut gelombang jamaah yang datang dari Muzdalifah.
Harun menekankan bahwa pergerakan petugas haji akan dilakukan berbarengan dengan pergerakan jamaah ke Arafah. Namun, rute petugas khusus itu akan memotong jalur langsung ke pos-pos di Mina.
"Tujuannya agar lebih efektif penyambutan dan pemantauan jamaah yang bergerak dari Arafah menuju Muzdalifah, dan dari Muzdalifah menuju ke Mina," kata Harun.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat mengisi celah-celah pelayanan yang selama ini dirasa belum optimal karena faktor kelelahan petugas.
Dengan adanya petugas yang siaga lebih awal di Mina, bantuan kepada jamaah, peninjauan tenda, dan pengaturan alur masuk jamaah dapat dilakukan dengan lebih siap dan terencana.
Harun menegaskan bahwa meskipun evaluasi dua tahun terakhir sudah bagus, inovasi taktis seperti itu diperlukan untuk menutup celah sekecil apapun demi kenyamanan tamu-tamu Allah.
Editor : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2026