Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Eko Wijaya resmi dikukuhkan oleh Deputi Komisioner Hubungan Internasional, APU-PPT dan daerah OJK RI Bambang Mukti Riyadi, menggantikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala OJK Babel sebelumnya, Wahyu Mardiansyah.
"Saya harap pengukuhan ini menjadi langkah untuk melanjutkan penguatan peran OJK di daerah dengan tetap menjunjung nilai integritas, profesionalisme serta tata kelola yang semakin baik," kata Deputi Komisioner Hubungan Internasional, APU-PPT dan daerah OJK RI Bambang Mukti Riyadi di Pangkalpinang, Senin.
Ia mengatakan pejabat yang dikukuhkan dapat menguatkan pelaksanaan yang telah diberikan dapat berjalan dengan baik dan berhasil, mengingat tantangan pelaksanaan tugas OJK akan semakin komplek seiring dengan meningkatnya kewenangan dan ekspektasi publik.
"Keberhasilan tugas dan fungsi OJK di daerah sangat bergantung pada kemampuan pimpinan dan jajaran dalam menjaga integritas, kewenangan serta tata kelola dalam komunikasi dan koordinasi yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan," ujarnya.
Menurut Bambang, Babel yang sedang mengupayakan transisi ekonomi mengharapkan hadirnya OJK di daerah berkomitmen dapat terus berhubungan dengan masyarakat, menunjukkan efektivitas koordinasi, memberikan ruang dan kesempatan usaha kepada seluruh komunitas lokal, terutama yang berkaitan dengan pengembangan ekonomi dan transisi untuk memperkuat struktur perekonomian.
"Kebijakan dan program-program yang kita jalankan dapat dilaksanakan secara lebih ekspansif, inklusif serta memberikan nilai tambah dan pemberdayaan bagi masyarakat," harap Bambang.
Pj Sekda Bangka Belitung, Ferry Aprianto juga berharap peran OJK yang sangat strategis tidak hanya sebagai lembaga pengawas sektor jasa keuangan ,tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun ekosistem keuangan yang sehat, inklusif dan berintegritas.
“Di tengah dinamika perekonomian global dan tantangan ekonomi nasional, kehadiran OJK di daerah menjadi garda terdepan dalam memastikan industri jasa keuangan tetap tumbuh secara prudent (bijaksana) serta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Ferry.
Bangka Belitung saat ini sedang berada dalam masa transisi ekonomi berupaya melakukan diversifikasi ekonomi agar tidak hanya bergantung pada sektor pertambangan, tetapi juga mulai menguatkan sektor pariwisata, pertanian, kelautan, maupun ekonomi kreatif.
Dalam masa transisi ini, peran OJK sangat vital sebagai "dirigen" dalam harmoni sektor jasa keuangan. Hadirnya OJK tidak hanya bertindak sebagai pengawas administratif, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi.
"Dan dalam akselerasi literasi dan inklusi keuangan masyarakat, penguatan pembiayaan ke sektor produktif serta perlindungan konsumen jasa keuangan di Babel,” ujarnya.
Ia berharap momentum penting untuk memperkuat sinergi antara OJK, pemerintah daerah, kementerian/lembaga, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas sektor jasa keuangan, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Dengan sistem keuangan yang sehat, inklusif, dan berintegritas, kita optimistis Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dapat terus tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan," tutupnya.
Editor : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2026