Jakarta (Antaranews Babel) - Presiden ke-3 Republik Indonesia BJ Habibie menjadi pembicara dalam dialog nasional yang digelar Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), setelah menjalani perawatan di Jerman akibat mengalami kebocoran jantung.

"Saya baru pulang dari rumah sakit, saya minta jangan diganggu. Tapi acara ini penting saya harus datang maka saya datang," kata BJ Habibie di Gedung BPPT Jakarta, Rabu.

Habibie yang mengenakan setelan jas berwarna krem dipapah dua orang Paspampres saat menaiki tangga menuju podium ketika diminta maju untuk berbicara.

"Saya minta bantu naik tangga karena kalau yang sudah usia 82 tahun tidak dibantu bisa jatuh. Jalan biasa sudah bisa asal jangan suruh lari," kata Habibie yang disambut tawa seisi auditorium BPPT.

Habibie yang juga pernah menjabat Menristek, berbicara selama selama sekitar 40 menit tentang ilmu pengetahuan dan teknologi di depan para peserta dialog.

Meski baru pulih dari sakit, Habibie masih berbicara dalam logat khasnya dan dengan semangat yang menggebu-gebu.

Selain Habibie, Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri juga menjadi pembicara dalam dialog nasional dengan tema Meningkatkan Inovasi Iptek Untuk Mendorong Industri Dalam Negeri Mewujudkan Ekonomi Pancasila.

Sebelumnya, Presiden ke-3 RI tersebut dilaporkan mengalami sesak saat kunjungan pribadinya ke Jerman pada 27 Februari 2018. Kemudian ia dibawa ke salah satu rumah sakit di Munich untuk dilakukan pertolongan.

Habibie didiagnosis mengalami kebocoran pada klep jantung, membuat air menumpuk di paru-paru sehingga dia kesulitan bernapas dan tekanan darahnya naik.

Kondisi kesehatan Habibie semakin membaik setelah dilakukan pemasangan mitraclip untuk penanganan masalah jantung yang dialaminya.

Pewarta: Desi Purnamawati

Editor : Adhitya SM


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2018