Barcelona (Antaranews Babel/Reuters) - Pebalap Spanyol Jorge Lorenzo meraih kemenangan kedua MotoGP secara beruntun bagi Ducati pada Minggu, dengan kemenangan dari posisi start terdepan hingga finis di kampung halamannya sendiri di Grand Prix Katalunya.

Juara bertahan dan pemimpin klasemen pebalap Marc Marquez, rekan senegara Lorenzo dan rekan setim Honda di masa mendatang, finis di posisi kedua, sementara pebalap Yamaha asal Valentino Rossi dari Italia melengkapi podium di posisi ketiga.

Marquez masih memperbesar keunggulannya di klasemen setelah tujuh seri balapan, juara MotoGP empat kali itu kini mengantongi 115 poin dan unggul 27 poin dari Rossi.

"Kemenangan beruntun kedua luar biasa. Luar biasa bagaimana sesuatu berubah dalam waktu singkat," kata Lorenzo, yang menang di Mugello di Italia pada 3 Juni yang juga merupakan kemenangan pertamanya sejak meninggalkan Yamaha pada 2016.

"Di sini kami sangat kompetitif, sangat konstan sepanjang akhir pekan," kata pebalap Spanyol itu, yang menempati posisi start terdepan untuk pertama kalinya bagi Ducati dan yang kepergiannya dari tim pada akhir musim sudah diumumkan.

Lorenzo sempat turun ke posisi ketiga pada saat start, dengan Marquez dan pebalap Suzuki Andrea Iannone lebih cepat bereaksi dan mendahuluinya, tapi dia tetap tenang dan kembali ke posisi terdepan pada putaran kedua.

Dia melepaskan diri ke depan dan tidak memberi para pesaingnya kesempatan mengambil alih posisinya, meraih kemenangan dengan keunggulan 4,479 detik di Circuit de Catalunya.

"Saya terus menekan...saya pikir kami memilih ban yang tepat bagi kami bahkan seperti ini sulit mengalahkan Ducati," kata Marquez.

"Yang terpenting adalah kami meningkatkan keunggulan di kejuaraan."

Rekan setim Lorenzo, Andrea Dovizioso, dari Italia, posisi kedua kejuaraan pada tahun lalu, terjatuh lebih awal dan kini memiliki poin sama 66 poin dengan pebalap Spanyol itu, yang mengalami musim sulit pada musim 2017 dan awal yang lamban pada 2018.

Pewarta: -

Editor : Rustam Effendi


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2018