Jakarta (Antaranews Babel) - Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Simanjuntak, mengatakan, publik memahami kaitan politik dalam pembebasan Ustadz Abu Bakar Ba'asyir.

"Publik bisa menilai pasti ada kaitannya dengan politik pembebasan Ba'asyir itu. Publik paham dan kami tidak perlu menjelaskan," kata dia, di Jakarta, Sabtu.

Namun dia enggan mengomentari keterkaitan kebijakan itu dengan dukungan pemilih di Solo Raya karena Ba'asyir tinggal di Solo dan markas BPN Prabowo-Sandi ada di sana.

Namun meskipun sebenarnya dia bersyukur pembebasan Ba'asyir direalisasikan atas dasar kemanusiaan karena sudah waktunya Ba'asyir bebas.

"Desember tahun lalu Ba'asyir menolak dibebaskan karena bersyarat. Tahun lalu Komnas HAM yang ditandatangani Siane, yang sekarang menjadi anggota BPN Prabowo-Sandi, sudah ajukan pembebasan Ba'asyir namun ditolak pemerintah," ujarnya.

Simanjuntak menilai umat Islam dan kelompok-kelompok lain pasti paham bahwa stigma kalau teroris dialamatkan kepada Islam dan jelas pemilu didekati.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyebut pembebasan Ba'asyir dilakukan demi alasan dan atas dasar pertimbangan  kemanusiaan.

Pewarta: Imam Budilaksono

Editor : Adhitya SM


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2019