Teheran (ANTARA) - Iran pada Sabtu (28/6) menggelar upacara pemakaman kenegaraan untuk para komandan militer dan ilmuwan nuklir yang tewas dalam konflik 12 hari dengan Israel.
Upacara tersebut dihadiri oleh keluarga para korban yang tewas dalam konflik serta pejabat tinggi dan komandan militer Iran, termasuk Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Ketua Kehakiman Iran Gholamhossein Mohseni-Ejei, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf, Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi, serta penasihat senior pemimpin tertinggi Iran Ali Shamkhani, yang terluka parah akibat serangan udara Israel di Teheran.
Pada 13 Juni lalu, Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke berbagai wilayah di Iran, termasuk situs nuklir dan militer, yang menewaskan beberapa komandan senior, ilmuwan nuklir, dan warga sipil.
Iran pun membalas dengan meluncurkan beberapa gelombang serangan rudal dan drone ke Israel. Setelah perang selama 12 hari, gencatan senjata antara Iran dan Israel tercapai pada Selasa (24/6).
Para pelayat melambaikan bendera Iran sambil meneriakkan slogan-slogan menentang Israel dan Amerika Serikat (AS). Mereka membawa foto para komandan militer dan ilmuwan nuklir yang menjadi "martir," termasuk Komandan Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolution Guards Corps/IRGC) Iran Hossein Salami, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Mohammad Bagheri, Komandan Tertinggi Divisi Dirgantara IRGC Iran Amir Ali Hajizadeh, serta komandan utama Markas Pusat Khatam al-Anbiya Gholam Ali Rashid dan penggantinya Ali Shadmani.
Dalam upacara tersebut, Menteri Dalam Negeri Iran Eskandar Momeni mengatakan bahwa AS dan Israel membuktikan bahwa mereka gagal memenuhi komitmen mereka. Dia menekankan bahwa angkatan bersenjata Iran sangat waspada untuk memberikan respons tegas terhadap setiap tindakan jahat atau pelanggaran janji oleh musuh, tekannya. Upacara pemakaman dijadwalkan digelar pada Minggu (29/6).
Pewarta: XinhuaUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026