Belitung (ANTARA) - ‎Anggota DPRD Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sudiyanto meminta Bupati Belitung Djoni Alamsyah segera menghentikan aktivitas pengangkutan dan pengiriman pasir PT. Aneka Kaolin Utama (AKU).

‎"Cepat atau lambat jalan Murai akan rusak karena dilewati truk-truk pengangkut pasir PT. AKU," katanya di Tanjungpandan, Senin.

‎Hal ini disampaikan oleh Sudiyanto dalam rapat paripurna DPRD Belitung, Senin (14/7) pagi.

Menurut dia, sebelumnya masyarakat Dusun Air Raya Timur, Desa Air Raya sudah pernah melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPRD Belitung terkait permasalahan pengangkutan dan pengiriman pasir PT. AKU tersebut.

‎‎"Namun dalam RDP tersebut belum ditemukan adanya solusi yang jelas dan tegas," ujarnya.

Sudiyanto menambahkan, berdasarkan Perda Kabupaten Belitung Nomor 3 Tahun 2014 tentang RTRW disebutkan bahwa Kecamatan Tanjungpandan seharusnya bebas dari aktivitas pertambangan, namun kondisi di lapangan adalah sebaliknya.

‎"Maka dari itu saya meminta bantuan Bupati Belitung dan Bapemperda DPRD Belitung untuk mengkaji kembali perda itu apakah masih boleh aktivitas pertambangan di wilayah Tanjungpandan," katanya.

‎Ia menjelaskan, aktivitas pengangkutan dan pengiriman pasir oleh PT. AKU sangat menganggu dan meresahkan masyarakat setempat, salah satunya adalah dampak debu yang berterbangan dari truk-truk yang melintas.

‎"Debunya bukan debu yang biasa, tapi debu material kecil yang apabila kena mata itu sangat pedas sekali, bisa terluka mata," ujarnya.

‎Kemudian, lanjut dia, di jalan Murai yang menjadi rute pengangkutan dan pengiriman pasir PT. AKU juga terdapat SD Negeri 46 Tanjungpandan.

‎"Yang pastinya ini sangat berbahaya bagi keselamatan siswa-siswi di sekolah tersebut saat truk melintas, apalagi kalau perusahaan sedang produksi truk pengangkut sering melintas dengan kecepatan tinggi karena mengejar jumlah tarikan angkutan," katanya.

‎Dirinya berharap hal ini menjadi perhatian Bupati Belitung dan Forkopimda Belitung.

"Karena kemana lagi masyarakat kita mau mengadu mereka juga sudah berapa kali demo ke perusahaan," ujarnya.

‎Sudiyanto meminta ketegasan pemerintah daerah apakah akan fokus kepada sektor pertambangan atau pariwisata.

‎Ia menjelaskan, akibat aktivitas pengiriman dan pengangkutan pasir PT. AKU tersebut, bukit pasir dan danau biru yang menjadi ikon pariwisata Belitung kini kondisinya rusak.

‎"Pasir habis semua padahal izin pengiriman pasir perusahaan tersebut hanya mencantol bukan izin resmi, jadi saya mohon dihentikan akitivitas pengangkutan dan pengiriman pasir PT. AKU," katanya.



Pewarta: Apriliansyah
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026