Pangkalpinang (ANTARA) - Panglima Komando Armada Republik Indonesia (Pangkoarmada) Laksamana Madya TNI Denih Hendrata menyatakan pencegahan dan penindakan penyelundupan timah ilegal di Kepulauan Bangka Belitung harus dilakukan secara terpadu.

"Ini harus dilakukan secara terpadu untuk mempermudah keberhasilan penindakan kepada pelaku penyelundupan timah ilegal ini," kata Denih Hendrata saat video teleconference dengan Danlanal Kepulauan Babel Kolonel Laut (P) Ipul Saepul di Pangkalpinang, Kamis (14/8) malam.

Ia menegaskan jajaran Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) yang berada di bawah jajaran Koarmada Republik Indonesia harus selalu meningkatkan kewaspadaan dalam mencegah dan menindak penyelundupan barang-barang ilegal ini.

Baca juga: TNI AL Bangka Belitung gagalkan penyeludupan 50 ton timah ilegal

"Laksanakan koordinasi antar-instansi untuk mempermudah keberhasilan tugas dan berikan Penindakan tegas kepada pelaku ilegal," katanya.

Ia menyatakan dalam upaya mencegah dan menindak penyelundupan barang ilegal ini, Kodaeral diminta melibatkan juga peran serta masyarakat khususnya masyarakat maritim.

"Kita harus melibatkan masyarakat maritim guna mendapatkan informasi terkait kegiatan ilegal ini," ujarnya.

Danlanal Kepulauan Babel Kolonel Laut (P) Ipul Saepul menyatakan Lanal Kepulauan Babel terus memperkuat sinergisitas dan pengawasan keamanan maritim sebagai langkah mencegah serta menindak penyeludupan barang ilegal.

"Dalam dua bulan terakhir ini, kita sudah beberapa kali menggagalkan penyeludupan timah ilegal ini diduga akan diseludupkan ke luar negeri," katanya.



Pewarta: Aprionis
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026