Manggar, Babel (ANTARA) - Bupati Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamarudin Muten menyebut investasi PT Vaname Inti Perkasa (VIP) senilai Rp400 miliar untuk pembangunan tambak udang modern dapat menjadi motor penggerak baru perekonomian daerah ini.

“Kehadiran PT VIP tidak hanya memberi keuntungan finansial, tetapi juga manfaat sosial yang luas, membuka lapangan kerja baru, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya warga Desa Mengkubang dan sekitarnya,” kata Kamarudin, di Manggar, Sabtu.

Kamarudin mengatakan investasi PT VIP senilai Rp400 miliar untuk membangun tambak udang modern diproyeksikan menyerap hingga 300 tenaga kerja lokal.

"Pembangunan tambak udang tersebut menerapkan teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS), sebuah sistem budi daya modern yang memanfaatkan sirkulasi air untuk memfilter sekaligus mendaur ulang air," katanya pula.

Teknologi ini diklaim mampu mengurangi limbah, hemat penggunaan air bersih, meningkatkan produktivitas, serta ramah lingkungan.

Perusahaan juga menunjukkan kepedulian sosial dengan menyerahkan bantuan kepada masyarakat sekitar sebagai bentuk sinergi dunia usaha dengan pemerintah.

Kamarudin mengajak seluruh pihak mendukung iklim investasi di Belitung Timur agar semakin kondusif.

"Saya sudah sampaikan ke perusahaan, jangan istimewakan saya tapi bantu masyarakat. Dengan begitu ekonomi kita bisa tumbuh lebih baik,” ujarnya lagi.

Kamarudin menilai penerapan teknologi RAS akan meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

"Saya optimistis pembangunan tambak udang ini menjadi tonggak baru pengembangan sektor perikanan sekaligus memperkuat kontribusi daerah dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” kata dia.

Direktur Utama PT VIP Heryanto Ardiya mengatakan pada tahap awal pembangunan fisik digelontorkan anggaran sekitar Rp10 miliar hingga Rp20 miliar.

"Namun ke depan investasi akan terus ditingkatkan hingga Rp400 miliar,” kata Heryanto Ardiya.

Pihak perusahaan menargetkan penyerapan 200 sampai 300 tenaga kerja dengan 99 persen dari warga lokal.

"Pekerja tidak perlu memiliki keahlian khusus karena bisa dilatih untuk mengikuti SOP perusahaan,” ujarnya didampingi Humas PT VIP Aedy Machwari.

Menurut Heryanto, tambak udang tersebut ditargetkan beroperasi dalam enam hingga delapan bulan mendatang atau paling cepat pada Maret 2026.

"Penerapan teknologi RAS di Kabupaten Belitung Timur menjadi yang pertama di Indonesia dan diharapkan dapat ditiru oleh petambak lain," ujarnya pula.



Pewarta: Ahmadi
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026