Pangkalpinang (ANTARA) - Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencari seorang pria paruh baya berinisial A (50), warga Tanjung Ular, yang dilaporkan hilang di perairan Tanjung Ular, Kabupaten Bangka Barat.

Kepala Kantor SAR Pangkalpinang, I Made Oka Astawa mengatakan pihaknya menerima laporan hilangnya korban dari keluarga pada pagi hari dan langsung menindaklanjuti dengan mengirimkan tim pencarian.

“Info tentang hilangnya korban di perairan Tanjung Ular telah kami tindak lanjuti dengan mengirimkan tim SAR untuk membantu pencarian. Korban diketahui sering mengantar dan menjemput pegawai PT Timah ke PIP di sekitar perairan tersebut menggunakan speed lidah. Semoga upaya pencarian dapat segera membuahkan hasil,” kata Oka dalam keterangan tertulis yang diterima di Pangkalpinang, Selasa (26/8).

Berdasarkan keterangan keluarga, korban berangkat menggunakan speed lidah dari Pantai Selindung menuju perairan Tanjung Ular pada Senin (25/8) sekitar pukul 09.00 WIB untuk menjemput anggota Satgasus PT Timah Tbk.

Baca juga: Seorang nelayan hanyut di perairan Tuing Bangka, Tim SAR lakukan pencarian

Seorang nelayan bernama Kiki sempat bertemu korban sekitar pukul 18.30 WIB di perairan antara Tanjung Ular dan Pantai Selindung, berjarak sekitar 15 nautical mile dari bibir pantai. Saat itu, mesin speed lidah milik korban mati. Nelayan tersebut sempat memberikan bantuan makanan dan minuman, lalu melanjutkan aktivitas menebar jaring di sekitar lokasi. Namun setelah kembali, ia tidak lagi melihat korban maupun kapalnya.

Pada Selasa pagi, anak korban mencoba mencari informasi kepada nelayan setempat dan kemudian melapor ke Basarnas karena korban tak kunjung ditemukan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor SAR Pangkalpinang mengerahkan satu tim rescue Unit Siaga SAR (USS) Mentok menggunakan kapal RIB (Rigid Inflatable Boat) untuk melakukan penyisiran di sekitar lokasi terakhir korban terlihat. Operasi pencarian juga melibatkan personel Satpolairud Polres Bangka Barat, TNI AL, serta berkoordinasi dengan para nelayan di sekitar perairan tersebut.

Baca juga: Tim SAR gabungan hentikan pencarian enam ABK KM Osela

Baca juga: Tim SAR gabungan Babel evakuasi enam peneliti BRIN di Selat Nasik



Pewarta: B.A
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026