Bangka Barat, Babel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung meningkatkan peran aktif warga untuk bersama-sama mencegah penyebaran penyakit berbasis lingkungan.
"Penyebaran penyakit berbasis lingkungan ini bisa kita kendalikan dengan mengubah perilaku masyarakat agar terbiasa menjalankan kebiasaan hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari," kata Bupati Bangka Barat Markus di Mentok, Kamis.
Ia menjelaskan dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri namun perlu peran aktif dari komponen lain, seperti organisasi, perusahaan swasta, kelompok masyarakat, dan warga.
"Semua komponen harus bergerak bersama agar warga memiliki kebiasaan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, kita upayakan satu per satu bisa diatasi, salah satunya dengan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM)," katanya.
Pada program STBM ini, di Kabupaten Bangka Barat telah melakukan berbagai upaya, salah satunya dengan deklarasi nol kasus buang air besar sembarangan di seluruh desa dan kecamatan.
Sampai saat ini masih ada beberapa desa yang warganya masih memiliki kebiasaan buruk tersebut, dan pemerintah melalui Dinas Kesehatan, kantor kecamatan dan pemerintah desa secara bertahap memberikan edukasi ke warga agar meninggalkan kebiasaan itu, sekaligus memberikan pemahaman pentingnya menyediakan toilet bersih dan sehat di setiap rumah.
"Kemarin kita sudah melakukan deklarasi bersama warga Desa Terentang, Kelapa," katanya.
Pada deklarasi itu, warga berjanji untuk tidak lagi melakukan kebiasaan tidak sehat tersebut dan di setiap rumah tersedia toilet bersih dan sehat, termasuk rumah yang baru diwajibkan membangun toilet.
Deklarasi ini merupakan wujud komitmen warga desa menciptakan lingkungan lebih sehat dan membantu mencegah penyebaran penyakit berbasis lingkungan sehingga kualitas hidup semakin meningkat.
"Saya terus berharap setelah deklarasi ini masyarakat semakin paham pentingnya hidup sehat, terutama mengubah kebiasaan hidup lama pada pola hidup bersih dan sehat," ujarnya.
Pada program STBM terdapat lima pilar pokok yang perlu dilaksanakan masyarakat, yaitu berhenti buang air besar sembarangan, mencuci tangan menggunakan sabun, mengelola air minum dan makanan rumah tangga, pengelolaan sampah rumah tangga, dan pengelolaan limbah cair di setiap rumah.
Dengan menjalankan lima pilar STBM itu diyakini upaya mengurangi dan mencegah penyakit berbasis lingkungan akan berhasil.
"Pola-pola pendekatan dengan melibatkan seluruh komponen seperti ini akan terus kita lakukan guna meningkatkan kesadaran warga melakukan kebiasaan hidup bersih dan sehat, dengan lingkungan bersih dan sehat maka upaya menjadikan desa STBM akan lebih mudah," katanya.
Pewarta: Donatus Dasapurna PutrantaUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.