Sungailiat (ANTARA) - Dinas Sosial Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyiapkan gedung untuk kegiatan belajar mengajar Sekolah Rakyat bagi anak dari keluarga tidak mampu di daerah itu.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bangka Baharudin Bafa di Sungailiat, Senin, mengatakan gedung yang disiapkan untuk Sekolah Rakyat berada di lingkungan kantor Dinas Sosial dengan halaman yang masih cukup luas.
"Gedung yang terdiri atas beberapa ruangan merupakan gedung yang sebelumnya digunakan untuk pusat pendidikan dan pelatihan. Ruangan itu mampu menampung ratusan siswa jenjang pendidikan sekolah dasar dan sekolah menengah pertama," jelas dia.
Meskipun gedung pusat pendidikan dan pelatihan itu sudah tidak digunakan, kata Baharudin Bafa kondisi fisik masih layak dipakai untuk kegiatan pendidikan, walaupun memang harus dilakukan perbaikan.
"Gedung itu masih layak digunakan tetapi memang harus dilakukan perbaikan supaya lebih bagus dan nyaman untuk proses belajar mengajar," ujarnya.
Dia mengatakan pemanfaatan gedung merupakan cara yang lebih efektif dan mempercepat terealisasi program Sekolah Rakyat di Kabupaten Bangka, dibanding membangun sekolah baru yang memakan waktu lebih lama dan menyerap anggaran lebih banyak, karena ditargetkan tahun 2025-2026 program Sekolah Rakyat di Kabupaten Bangka sudah dapat berjalan.
"Kita sudah menyiapkan lahan seluas delapan hektare yang rencana awal pembangunan sekolah Garuda, namun dibatalkan dan bisa digunakan untuk pembangunan Sekolah Rakyat," katanya.
Sekolah Rakyat adalah program pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan lewat pendidikan, ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem berdasarkan data Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Sekretaris Dinsos Kabupaten Bangka, Achmad Suherman mengatakan rehab gedung pemerintah untuk Sekolah Rakyat mengadopsi dari Sekolah Rakyat di Kota Palembang.
"Siswa yang masuk di Sekolah Rakyat akan diasramakan dengan semua biaya ditanggung oleh pemerintah," ujarnya.
Tercatat sebanyak 9.801 anak layak masuk di Sekolah Rakyat, diutamakan berasal dari keluarga yang terdaftar dalam Desil 1 dan Desil 2 di Program Keluarga Harapan (PKH).
