Pangkalpinang (ANTARA) - Sebanyak 300 pelaku UMKM di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menerima akses permodalan melalui Program Akad KUR 800.000 debitur yang diluncurkan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam memperkuat perekonomian nasional.
"Program KUR ini merupakan program strategis nasional yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto," kata Gubernur Kepulauan Babel Hidayat Arsani saat menghadiri penandatangan akad KUR massal di Pangkalpinang, Selasa.
Ia mengatakan program KUR merupakan program strategis nasional yang digagas oleh pemerintah untuk untuk memperkuat struktur ekonomi nasional dari bawah khususnya melalui pemberdayaan sektor ekonomi mikro kecil dan menengah.
"Program KUR ini menjadi bagian dari Asta Cita yang tertuang dalam misi pembangunan nasional Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka untuk meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan nasional dari Bawah," katanya.
Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Babel Muslim El Hakim Kurniawan mengatakan sebanyak 300 UMKM menandatangi akad KUR, guna menyukseskan Akad Massal KUR 800.000 Debitur Penciptaan Lapangan Kerja Dan Peluncuran Kredit Program Perumahan oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
"Hari ini Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan akad massal KUR 800.000 debitur yang digelar secara se-Indonesia," katanya.
Ia menyatakan penandatangan akad KUR di Provinsi Kepulauan Babel diikuti 300 debitur dan nilai KUR yang diterima mulai dari Rp40 juta hingga Rp500 juta per UMKM yang disalurkan delapan bank dan pegadaian di daerah ini.
"Dengan adanya program ini, kita berharap pelaku UMKM bisa naik kelas dan dapat meningkatkan produksi serta membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat," katanya.
