Toboali, Babel, (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menggencarkan program gerakan pangan murah (GPM), sebagai langkah menjaga stabilitas harga bahan pokok dan menekan laju inflasi daerah.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DPPP) Bangka Selatan Risvandika, mengatakan GPM merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan dan menjaga daya beli masyarakat.
“Gerakan pangan murah ini kami gelar untuk memastikan harga bahan pokok tetap terkendali dan masyarakat memperoleh kebutuhan dengan harga terjangkau,” ujarnya.
Menurut dia, stabilitas harga pangan menjadi faktor penting dalam menjaga kondisi ekonomi daerah, terutama menjelang akhir tahun ketika permintaan masyarakat meningkat.
Fluktuasi harga beberapa komoditas seperti beras, minyak goreng, cabai, dan bawang perlu dikendalikan agar tidak memicu inflasi.
Pemerintah daerah setempat bekerja sama dengan empat distributor, yaitu Perum Bulog, Distributor Robi, Distributor Dayat, dan Distributor Hortikultura Ibu Titin.
Berbagai bahan kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, tepung terigu, gula, cabai, dan bawang dijual dengan harga di bawah pasar.
Risvandika menegaskan, kegiatan pangan murah bukan sekadar seremonial, tetapi langkah konkret menjaga keseimbangan pasokan dan harga pangan di daerah.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan distribusi pangan tetap lancar, harga stabil, dan masyarakat berpenghasilan rendah tetap mampu memenuhi kebutuhan pokoknya,” katanya.
Ia mengatakan, GPM digelar secara merata dan rutin di berbagai kecamatan agar manfaatnya dirasakan lebih luas.
“Gerakan pangan murah menjadi instrumen strategis untuk menjaga inflasi tetap terkendali sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal,” ujarnya.
