Koba, Babel (ANTARA) - Wakil Bupati Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Efrianda menekankan pentingnya peran pondok pesantren dalam membentuk generasi muda yang berilmu dan berakhlak mulia.
"Pesantren memiliki tanggung jawab besar dalam mencetak generasi penerus yang beradab dan berilmu tinggi demi menjaga kualitas sumber daya manusia dan masa depan bangsa," kata Efrianda saat menghadiri peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025 di SMP Islam Terpadu Bahrul Huda, Kecamatan Sungaiselan, Rabu.
Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah berkomitmen mendukung pengembangan pesantren sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia di daerah.
"Kemajuan pesantren merupakan investasi terbaik bagi pembangunan manusia di Bangka Tengah," ujarnya.
Efrianda berharap peringatan Hari Santri menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai keislaman dan kebangsaan di kalangan generasi muda.
"Semangat patriotisme para santri terdahulu harus terus diwariskan kepada generasi saat ini," katanya menambahkan.
Ia mengatakan pesantren memiliki peran strategis dalam menjaga nilai moral di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang begitu cepat.
Dengan pendidikan karakter yang kuat, para santri diharapkan mampu menjadi teladan di lingkungan masyarakat.
"Pendidikan berbasis pesantren tidak hanya membentuk kecerdasan intelektual, tetapi juga membangun integritas dan tanggung jawab sosial," ujarnya.
Efrianda mengatakan, pemerintah daerah terus berupaya menciptakan sinergi antara pesantren dan lembaga pendidikan formal agar generasi muda mendapatkan pendidikan yang utuh, baik dari sisi ilmu pengetahuan maupun akhlak.
"Kami ingin pesantren menjadi pusat penguatan nilai-nilai kebangsaan, sehingga para santri tumbuh sebagai generasi yang beriman, cerdas, dan cinta tanah air," katanya.
Ia mengajak seluruh santri di Bangka Tengah untuk menjadikan peringatan Hari Santri Nasional sebagai pengingat akan pentingnya peran mereka dalam menjaga persatuan bangsa.
"Santri masa kini harus siap menghadapi tantangan global dengan tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman dan kebangsaan," ujar Efrianda.
