Koba, Babel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memperkuat konvergensi lintas sektor melalui kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) untuk percepatan penurunan stunting dan memastikan semua program berjalan efektif dan tepat sasaran.
"Monev ini penting untuk mengoordinasikan, memantau, dan mengevaluasi pelaksanaan program pencegahan stunting dari tingkat kabupaten hingga desa," kata Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman di Koba, Kamis.
Ia juga mengatakan monev menjadi bagian penting dalam memastikan sinergi antarinstansi berjalan baik serta mengidentifikasi kendala lapangan untuk ditindaklanjuti dengan rekomendasi dan strategi perbaikan.
“Melalui kegiatan ini kita memastikan intervensi gizi dan layanan dasar dilaksanakan secara terpadu agar hasilnya optimal dan tepat sasaran,” katanya.
Menurut dia, efektivitas penurunan stunting sangat bergantung pada kelengkapan intervensi gizi dan keterpaduan program yang menyasar kelompok sasaran prioritas.
Karena itu, analisis situasi menjadi dasar penting dalam menentukan arah kebijakan, alokasi sumber daya, dan rencana kegiatan di tingkat daerah maupun desa.
Pemerintah daerah, kata dia, akan memperkuat sistem manajemen data untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti, termasuk dalam penetapan lokasi dan penerima manfaat prioritas.
Selain itu, koordinasi antar-organisasi perangkat daerah (OPD) serta antara pemerintah kabupaten, kecamatan, dan desa akan ditingkatkan guna memastikan integrasi layanan berjalan optimal.
“Intervensi penurunan stunting tidak hanya tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi juga mencakup penyediaan pangan bergizi, perbaikan sanitasi, serta pengelolaan lingkungan yang bersih dan sehat,” ujar Bupati.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah berharap seluruh pihak dapat membangun komitmen dan kebijakan bersama dalam mempercepat penurunan prevalensi stunting.
“Upaya ini harus dilakukan terus-menerus dan berkesinambungan agar Bangka Tengah mampu mencapai target penurunan stunting nasional,” kata Algafry.
