Bangka Barat, Babel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyelesaikan penyaluran program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada ibu dan anak untuk mendukung upaya menyelesaikan permasalahan kebutuhan gizi.
"Sudah kita selesaikan penyaluran di seluruh kecamatan, semoga kegiatan sebagai bentuk komitmen Pemkab Bangka Barat ini bisa memberikan manfaat dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak," kata Bupati Bangka Barat Markus di Mentok, Jumat.
Jumlah sasaran kegiatan PMT di Bangka Barat sebanyak 120 orang balita yang bermasalah gizi dan 206 orang ibu hamil berisiko kekurangan energi kronis (KEK) yang terdata di delapan puskesmas di daerah itu.
Sebanyak 120 balita bermasalah gizi tersebut berasal dari wilayah kerja Puskesmas Mentok sebanyak 10 orang, Simpangteritip 25, Kundi 20, Kelapa 15, Jebus 15, Puput, 10, Sekarbiru 10, dan Tempilang 15 orang anak.
Sedangkan 206 ibu penerima manfaat berasal dari Puskesmas Mentok 29 orang, Simpangteritip 64, Kundi 14, Kelapa 40, Jebus 15, Puput 14, Sekarbiru 10, dan Tempilang 20 orang.
Markus mengatakan pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas dimulai dari pemenuhan gizi yang baik sejak dini.
"Ibu hamil dan balita merupakan kelompok rentan gizi yang memerlukan perhatian serius karena kekurangan gizi dapat berdampak panjang terhadap tumbuh kembang dan kecerdasan anak," katanya.
Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berupaya memberikan dukungan gizi tambahan berupa susu, sebagai bentuk perhatian nyata terhadap kesehatan ibu dan anak.
Kegiatan PMT ini merupakan intervensi gizi spesifik dan sensitif yang diharapkan mampu memperbaiki status gizi ibu hamil serta balita yang mengalami masalah gizi karena masa kehamilan dan masa balita merupakan periode emas yang sangat menentukan kualitas generasi penerus bangsa.
Selain memberikan bantuan gizi tambahan, kegiatan ini juga diharapkan menjadi sarana edukasi bagi masyarakat agar semakin sadar pentingnya gizi seimbang, pola makan sehat, serta perilaku hidup bersih.
Ia mengapresiasi seluruh tenaga kesehatan, bidan, ahli gizi dan kader posyandu yang telah bekerja keras memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat sebagai bentuk komitmen dalam memperluas program gizi masyarakat dan memperkuat upaya penurunan tengkes.
"Mari kita wujudkan generasi yang sehat, kuat, dan terbebas dari tengkes," katanya.
Pemerintah Bangka Barat selesaikan penyaluran PMT ibu dan anak
Jumat, 24 Oktober 2025 20:05 WIB
