Koba, Babel, (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, memproyeksikan pendapatan daerah pada 2026 sebesar Rp805,1 miliar atau turun 14,64 persen dibandingkan target APBD 2025.
Wakil Bupati Bangka Tengah Efrianda di Koba, Senin, mengatakan penurunan pendapatan itu diikuti belanja daerah yang juga turun 12,52 persen menjadi Rp866,1 miliar.
"Dengan proyeksi tersebut, APBD 2026 mengalami defisit Rp61 miliar atau 7,58 persen dari total pendapatan," ujarnya.
Ia mengatakan, defisit akan ditangani melalui pengelolaan anggaran yang transparan dan efisien agar tetap mendukung pencapaian target pembangunan.
Tema pembangunan Bangka Tengah tahun depan ditetapkan “Peningkatan Nilai Tambah Komoditas/Potensi Unggulan dan Kesejahteraan Sosial”.
Pemerintah daerah menargetkan pertumbuhan ekonomi 3,71–3,84 persen, peningkatan PDRB per kapita Rp59,31 juta–Rp61,02 juta, serta penurunan tingkat pengangguran menjadi 3,90–3,92 persen.
Efrianda menjelaskan penurunan pendapatan daerah tersebut terutama disebabkan oleh berkurangnya transfer dari pemerintah pusat dan penyesuaian pada beberapa pos pendapatan asli daerah (PAD).
“Kami terus berupaya meningkatkan kontribusi PAD melalui optimalisasi sektor pajak daerah, retribusi, serta pengelolaan aset milik daerah,” ujarnya.
Pemerintah daerah setempat juga akan memperkuat sinergi dengan sektor swasta dan pelaku usaha lokal untuk menggairahkan perekonomian. Sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata disebut masih menjadi prioritas dalam meningkatkan produktivitas dan penyerapan tenaga kerja.
“Melalui peningkatan nilai tambah komoditas unggulan, kami berharap kesejahteraan masyarakat dapat terus tumbuh meskipun ruang fiskal tahun depan lebih terbatas,” kata Efrianda.
Selain itu, Pemkab Bangka Tengah akan tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan, air bersih, dan layanan kesehatan.
Pemerintah optimistis kebijakan efisiensi dan inovasi pendapatan daerah dapat menjaga stabilitas fiskal serta mendukung pencapaian target pembangunan tahun 2026.
