Koba, Babel, (ANTARA) - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, membentuk Saka Adhyasta Pemilu yang bekerja sama dengan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka setempat, sebagai upaya memperkuat pengawasan partisipatif pada pemilu dan pilkada mendatang.
Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas (HPPH) Bawaslu Bangka Tengah Muhammad Tamimi di Koba, Selasa, mengatakan Saka Adhyasta Pemilu merupakan wadah pendidikan politik bagi anggota pramuka untuk menumbuhkan kesadaran berdemokrasi sekaligus mendukung pengawasan pemilu yang berintegritas.
Pembentukan Saka Adhyasta Pemilu, kata Tamimi, merupakan tindak lanjut dari perjanjian kerja sama antara Bawaslu RI dengan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, serta antara Bawaslu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan Kwartir Daerah.
"Program ini menjadi sarana memperkuat pengawasan partisipatif di kalangan generasi muda,” kata Tamimi.
Ia menjelaskan, keterlibatan pramuka dalam pengawasan pemilu penting untuk memperluas jangkauan pengawasan karena terbatasnya sumber daya manusia Bawaslu di lapangan.
"Kami terus berupaya membangun kolaborasi dengan berbagai kelompok masyarakat, termasuk Gen Z, perempuan, dan kini Pramuka sebagai mitra strategis,” ujarnya.
Melalui Saka Adhyasta Pemilu, Bawaslu bersama Pramuka akan melaksanakan berbagai kegiatan, antara lain sosialisasi pengawasan pemilu, pembentukan kader pengawasan partisipatif, penyebarluasan informasi melalui media sosial, serta pendampingan kampanye damai dan deklarasi anti politik uang.
Tamimi berharap kehadiran Saka Adhyasta Pemilu dapat menjadi model edukasi politik yang konstruktif bagi generasi muda serta memperkuat budaya demokrasi di Bangka Tengah.
Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Bangka Tengah, Eva Fidia Lestari Algafry, menyambut baik program tersebut dan menilai Saka Adhyasta Pemilu sejalan dengan semangat pendidikan karakter yang diusung Gerakan Pramuka.
“Kami mengarahkan peserta dari kalangan pelajar SMA dan SMK berusia 16–17 tahun agar dapat memahami proses demokrasi sejak dini,” ujar Eva.
Menurut dia, Kwarcab Bangka Tengah telah memiliki beberapa satuan karya seperti Saka Bhayangkara dan Saka Bhakti Wisata, sehingga pembentukan Saka Adhyasta Pemilu akan memperluas bidang pengabdian anggota Pramuka.
“Kami berharap anggota mendapat bimbingan dan perlindungan agar tidak terlibat langsung dalam politik praktis. Dengan pendampingan dari Bawaslu, program ini akan menjadi pendidikan politik yang positif bagi generasi muda,” kata Eva.
