Koba, Babel (ANTARA) - Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung mendorong peningkatan kapasitas ketua PKK desa dan kelurahan serta penguatan perhatian terhadap kesehatan mental ibu guna memperkuat peran keluarga dalam pembangunan daerah.
Ketua TP-PKK Bangka Tengah Eva Algafry di Koba, Rabu, mengatakan kegiatan peningkatan kapasitas yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati itu difokuskan pada pembinaan administrasi, manajemen organisasi, dan sosialisasi program kerja PKK.
“Kami ingin para ketua dan kader PKK lebih terampil dan profesional dalam menjalankan peran sebagai mitra pemerintah daerah dalam pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kesejahteraan keluarga,” kata Eva.
Selain pembinaan dan pelatihan, TP-PKK Bangka Tengah juga berencana menindaklanjuti kegiatan ini dengan program pendampingan rutin di tingkat desa dan kelurahan.
Program tersebut akan melibatkan tenaga ahli kesehatan, psikolog, serta kader PKK yang telah dilatih agar mampu memberikan dukungan bagi ibu-ibu di lingkungan masing-masing.
"Dengan demikian, upaya menjaga kesehatan mental keluarga tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan di masyarakat," katanya.
Eva Algafry menegaskan bahwa penguatan kapasitas kader PKK dan perhatian terhadap kesehatan mental keluarga merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan masyarakat Bangka Tengah yang sejahtera dan berdaya saing.
“Kami percaya, keluarga yang kuat dan bahagia akan menjadi pondasi kokoh bagi kemajuan daerah,” ujarnya.
Ketua Bidang IV TP-PKK Bangka Tengah dr Dede Lina Lindayanti menekankan pentingnya kesehatan jiwa bagi setiap ibu sebagai fondasi kesejahteraan keluarga.
“Ibu yang memiliki kesehatan jiwa yang baik mampu menciptakan lingkungan rumah yang positif dan mendukung tumbuh kembang anak,” ujarnya.
Menurut Dede, kesehatan mental tidak hanya menjadi urusan pribadi, tetapi juga prasyarat keberhasilan ibu dalam menjalankan peran sebagai tiang utama keluarga.
Kegiatan yang diikuti 100 peserta itu menghadirkan tiga narasumber, yakni dr Kevin Sulay Wijaya, Sp.KJ., MM, Luna Febriani, MA, dan Rini Astuti Wulandari, S.Pd.
