Pangkalpinang (ANTARA) - Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin (Udin), mengapresiasi Seminar Nasional Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang digelar di SMA Negeri 2 Pangkalpinang sebagai upaya meningkatkan kompetensi guru dalam menghadapi perkembangan teknologi.
"PGRI merupakan wadah tempat berkumpulnya guru-guru, organisasi untuk profesi guru. Seminar ini merupakan hal positif yang dilakukan PGRI dalam rangka ulang tahun ke-80," ujar Wali Kota Saparudin usai menghadiri seminar tersebut, Kamis (30/10).
Menurutnya, seminar ini penting untuk meningkatkan kemampuan guru dan membahas isu-isu teknologi terbaru, serta bagaimana guru harus berperan dalam mengajar dan mendidik para muridnya.

Menanggapi pertanyaan mengenai penanggulangan kriminalitas pada guru, Wali Kota Saparudin menekankan pentingnya menciptakan suasana pendidikan yang menyenangkan.
"Para guru selain harus bersabar, juga harus membuat pendidikan itu 'having fun'. Jangan menjadikan mendidik anak-anak itu menjadi sesuatu yang terbebani, sehingga tidak muncul hal-hal yang negatif. Jadi harus 'positive thinking'," katanya.
Ia juga mengimbau guru-guru untuk berpikir positif dan menikmati proses mengajar.
"Jangan kesal menghadapi murid-muridnya, karena hari ini membuat di media sosial itu mudah sekali kalau ada hal-hal yang negatif yang dilakukan oleh guru," tambahnya.

Wali Kota juga mendorong guru untuk aktif bermedia sosial dengan cara-cara yang positif.
"Ungkapkanlah sesuatu yang positif, jangan membuat statement-statement yang negatif," pesannya.
Terkait isu Gaji Pokok Pegawai (GPP) guru-guru, Wali Kota Saparudin menjelaskan bahwa hal tersebut masih dalam pembahasan.
"GPP guru-guru yang ada di kita sedang membahas itu. Jadi belum ada diputuskan. Belum ada pemotongan," katanya.
