Pangkalpinang (ANTARA) - Badan Pusat Statistik menyebutkan Provinsi Kepulauan Babel pada Oktober 2025 mengalami inflasi year on year (y-on-y) 2,51 persen atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 103,57 menjadi 106,17.
"Babel secara month to month (m-to-m) juga mengalami inflasi sebesar 0,49 persen," kata Kepala BPS Provinsi Kepulauan Babel Toto Haryanto Silitonga di Pangkalpinang, Senin.
Ia mengatakan pada Oktober tahun ini, inflasi y-on-y Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terjadi karena kenaikan harga yang ditunjukkan oleh peningkatan indeks beberapa kelompok pengeluaran, yaitu makanan, minuman dan tembakau 6,30 persen.
Kelompok pakaian dan alas kaki naik 0,28 persen, perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga 0,28 persen, kesehatan 1,38 persen, transportasi 0,67 persen, rekreasi, olahraga dan budaya 0,51 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran 1,05 persen, perawatan pribadi dan jasa lainnya naik 6,61 persen.
"Kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks atau mengalami deflasi y-on-y yaitu informasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,30 persen dan pendidikan turun 12,85 persen," katanya.
Ia menyatakan komoditas yang dominan memberikan sumbangan terhadap inflasi y-on-y, antara lain daging ayam ras, emas perhiasan, cabai merah, beras, cumi-cumi, bawang merah, sigaret kretek mesin (SKM), udang basah.
Selanjutnya minyak goreng, sigaret kretek tangan (SKT), wortel, bayam, sepeda motor, mobil, kopi bubuk, mie kering instant, kangkung, ikan tongkol, ikan selar, dan ikan bulat.
Sedangkan komoditas yang dominan memberikan andil terhadap deflasi y-on-y, antara lain sekolah menengah atas, angkutan udara, sekolah dasar, kacang panjang, bawang putih, pembersih rambut (shampo), telepon seluler, popok bayi sekali pakai.
"Detergen cair, tempe, sabun detergen bubuk, sabun cuci piring, jilbab, ikan kerisi, ayam hidup, air kemasan, pengharum cucian/pelembut, celana panjang katun pria, sabun mandi cair, dan krim wajah," katanya.
