Yogyakarta (ANTARA) - Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) sukses mengembangkan usaha kelompok petani wanita di Dusun Babakan Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta, sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di daerah itu.
"Pertamina terus berkomitmen mendukung pengembangan usaha pelaku UMKM," kata Area Manager Communication, Relations, dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyu di Bantul, Rabu.
Ia mengatakan salah satu wujud komitmen Pertamina adalah dukungan terhadap UMKM Berlian Progo dalam mengembangkan olahan aneka kacang koro.
"Program olahan tempe koro dapat penghargaan program Proper Emas 2023. Jadi ini program unggulan, kita bisa tularkan ke daerah masing-masing," ujarnya.
Ia mengatakan saat ini para ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok Wanita Mandiri Berlian Progo. sukses mengolah kacang koro menjadi produk UMKM yang bernilai ekonomis tinggi, sehingga dapat mendorong perekonomian masyarakat petani di daerah itu.
"Di tangan ibu-ibu Dusun Babakan, kacang koro yang dulunya tak pernah dilirik kini menjadi produk olahan UMKM yang berharga seperti tempe koro mentah, tempe koro bacem beku, keripik tempe koro, bakpia koro, cookies kacang koro start, cookies kacang koro cokelat, sari koro, dan abon kacang koro," katanya.
Manager Marketing UMKM Berlian Progo, Eyster Puspitasari mengatakan UMKM Berlian Progo dirintis sejak 2020 dan kini menapaki usia yang ke lima.
"Upaya mengubah tantangan menjadi peluang tersebut membuahkan hasil yang manis," katanya.
Ia menjelaskan, tempe koro dulunya tidak dilirik sama sekali, kualitasnya masih kalah dengan tempe kedelai yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Namun hasil laboratorium kandungan gizi tempe koro tak kalah dengan tempe kedelai.
"Potensi yang ada adalah memang tempe koro, namun masih umum tidak ada nilai, masyarakat banyak makan tempe kedelai, tempe koro ini tantangan, kami pilih yang anti mainstream dan berpeluang bagus ke depan," ujarnya.
