Sungailiat, Bangka (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjamin keamanan pelayanan Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk siswa sekolah sudah memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah.
Staf Ahli Bupati Bangka Bidang Pembangunan dan Kebudayaan, Kabupaten Bangka, Boy Yandra di Sungailiat, Kamis mengatakan, jaminan keamanan layanan MBG karena semua relawan di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sudah mendapat pelatihan pejamah makanan dan dipastikan semua dalam kondisi sehat.
"Begitu pula dengan makanan yang akan disalurkan, seperti sayur-sayuran, buah, lauk pauk dijamin sehat dengan gizi yang terpenuhi karena mulai dari pencucian sayuran, pengolahan atau saat dimasak, pengemasan sampai distribusi semua memenuhi standar," jelas Boy Yandra.
Ia mengatakan sebelum disalurkan ke pelajar, semua makanan terlebih dahulu mendapat pengawasan dari Dinas Kesehatan untuk memastikan MBG dalam kondisi aman dan sehat.
"Relawan dapur SPPG sebelum bekerja, semua diharuskan mengikuti pelatihan dan cek kesehatan, pelatihan langsung diberikan oleh petugas dari Balai POM dan petugas dari Dinas Kesehatan provinsi dan kabupaten serta dari Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI)," ujarnya.
Boy Yandra menegaskan, meskipun pihaknya memantau pelaksanaan MBG di masing - masing SPPG, namun dia menyarankan agar ketua yayasan atau ketua SPPG juga ikut mengawasi secara maksimal.
"Jika ada relawan dapur SPPG yang mengalami kendala seperti sakit, supaya segera melapor ke pihak penanggungjawab dapur, supaya segera diganti oleh relawan lain yang memenuhi syarat atau langsung ke puskesmas terdekat," kata Boy Yandra yang menjabat Plt Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga.
Dengan diterapkan standar operasional prosedur di masing - masing SPPG, Boy Yandra memastikan tidak terjadi keracunan pada makanan untuk anak-anak sekolah.
"Saya sudah menyarankan kepada penanggungjawab SPPG supaya makanan sebelum disalurkan ke siswa di sekolah, hendaknya di coba terlebih dahulu oleh guru di sekolah itu," kata Boy Yandra.
Guru perlu mencicipi makanan kata dia, supaya jika makanan itu tidak layak konsumsi guru di sekolah lebih dahulu mengetahui.
Tercatat jumlah siswa penerima MBG di Kabupaten Bangka untuk sementara sebanyak 9.000 lebih siswa dengan empat layanan dapur SPPG.
"Direncanakan akan dibangun kembali tiga dapur SPPG di Kecamatan Belinyu, Kelurahan Parit Padang Sungailiat dan di Kecamatan Pemali," jelasnya.
