Koba, Babel, (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menjalin kerja sama dengan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) dalam penyediaan dan pemanfaatan layanan perbankan syariah di lingkungan pemerintah daerah setempat.
Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman di Koba, Kamis, mengatakan kerja sama ini menjadi langkah awal dalam membuka peluang kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga keuangan syariah.
“Pertemuan ini diharapkan menjadi kesempatan bagi BSI untuk memperkenalkan berbagai layanan dan potensi kerja sama yang bisa dikembangkan di Bangka Tengah,” ujarnya.
Ia menegaskan pemerintah daerah berkewajiban memberikan ruang bagi lembaga keuangan untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.
“Saya ingin BSI hadir di Bangka Tengah. Sebagai kepala daerah, saya harus membuka ruang bagi mereka, apalagi ini juga merupakan aspirasi masyarakat,” katanya.
Algafry menyebut sejumlah sektor yang berpotensi dijajaki bersama BSI, seperti pengembangan koperasi, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta layanan publik.
“Koperasi PNS Bateng yang akan membangun perumahan bagi pegawai dapat bekerja sama dengan BSI. Kita juga memiliki rumah sakit dan puskesmas berstatus BLUD yang bisa dijajaki untuk kolaborasi,” ujarnya.
Area Manager Sumsel-Babel BSI Khoirul Wajid mengatakan pihaknya siap memberikan dukungan khusus bagi Pemkab Bangka Tengah apabila kerja sama berjalan dengan Asset Under Management minimal Rp50 miliar.
“BSI menyiapkan pelayanan prioritas, dukungan kolaborasi, serta program tanggung jawab sosial seperti bantuan sosial, beasiswa pendidikan, pengobatan bagi masyarakat tidak mampu, dan pembangunan masjid di kawasan ekonomi rendah,” kata Khoirul.
BSI juga menawarkan fasilitas Priority Banking, analisis kebijakan berbasis data daerah, serta sistem dashboard interaktif untuk memantau penyerapan anggaran dan potensi pajak daerah.
“Kami juga memberikan prioritas pelayanan di seluruh jaringan kantor cabang BSI, baik di dalam maupun luar negeri,” ujarnya.
