Sungailiat (ANTARA) - Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung, Nora Sukma Dewi di Sungailiat, Jumat, menyebut penerapan Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah itu menjadi percontohan provinsi itu.
"Penerapan SLHS di setiap SPPG dengan melatih keamanan pangan ke semua relawan dapur menjamin keamanan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan ke sekolah aman sehat dan memenuhi kebutuhan gizi," katanya.
Ia mengatakan relawan di dapur MBG dituntut mengusai pengolahan makanan sesuai standar dari Badan Gizi Nasional (BGN), termasuk mempunyai kemampuan penjamah makanan dan di setiap SPPG harus dipastikan kebersihan.
Berdasarkan data terdapat 32 SPPG di Kabupaten Bangka. Dari jumlah tersebut baru tujuh SPPG telah mengikuti pelatihan keamanan pangan dan tiga SPPG diantaranya berhasil mendapatkan SLHS.
Sementara Bupati Bangka Fery Insani mengingatkan SPPG agar menjaga kebersihan dan keamanan pangan mulai dari bahan baku, proses pengolahan, hingga distribusi kepada penerima manfaat.
"Melalui Program MBG kita menginginkan anak-anak yang mengonsumsi makanan terpenuhi gizinya, aman, dan sehat," ujar Fery Insani.
Dia optimis dengan dibekali kemampuan dan keterampilan bagi relawan dapur MBG di semua SPPG, tidak akan terjadi kasus keracunan pada MBG yang selama ini menjadi momok di masyarakat.
"Kita harus memastikan MBG yang disalurkan benar-benar memenuhi standar operasional prosedur yang ditetapkan, sehingga tujuan dari Program MBG dapat terwujud," katanya.
