Belitung (ANTARA) - Bupati Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Djoni Alamsyah menjadi inspektur upacara dalam peringatan Hari Pahlawan Nasional 2025.
"Hari ini di bawah langit Indonesia yang merdeka kita menundukkan kepala penuh hormat mengenang para pahlawan bangsa, mereka bukan sekedar nama yang terukir di batu nisan melainkan cahaya yang menerangi jalan kita hingga pada hari ini," katanya saat membacakan amanat Menteri Sosial Republik Indonesia, Syaifullah Yusuf dalam rangka Hari Pahlawan Nasional 2024 di Tanjungpandan, Senin.
Menurut dia, para pahlawan berjuang bukan untuk diri sendiri, tetapi demi masa depan bangsa yang bahkan belum mereka kenal yaitu kita semua yang berdiri di sini pada hari ini.
"Pahlawan mengajarkan kepada kita bahwa kemerdekaan tidak jatuh dari langit, kemerdekaan lahir dari kesabaran keberanian, kejujuran, kebersamaan dan keikhlasan," ujarnya.
Bupati mengatakan, ada tiga hal yang dapat kita teladani dari para pahlawan bangsa, pertama kesabaran para pahlawan yang sabar menempuh ilmu, sabar menyusun strategi, sabar menunggu momentum, dan sabar membangun bersama di tengah-tengah keterbatasan.
"Mereka tetap bersabar meskipun menghadapi perbedaan pandang dan jalan perjuangan, dari kesabaran itulah lahir kemenangan karena mereka tahu bahwa kemerdekaan tidak diraih dengan tergesa-gesa tetapi ditempa oleh waktu dan keikhlasan," katanya.
Kemudian kedua adalah semangat untuk mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingannya. Setelah kemerdekaan diraih para pahlawan tidak berebut jabatan, tidak menuntut balasan, tidak mengincar apa yang ditinggalkan penjajah.
"Mereka justru kembali ke rakyat, mengajar, membangun, menanam, dan melanjutkan pengabdian, letak kehormatan sejati bukan pada posisi yang dimiliki tapi pada manfaat yang ditinggalkan," ujarnya.
Selanjutnya ketiga adalah pandangan jauh ke depan, para pahlawan berjuang untuk generasi yang akan datang untuk kemakmuran bangsa yang sangat mereka cintai dan menjadikan perjuangan ini sebagai bagian daripada ibadah dan air mata.
"Pahlawan adalah doa yang tidak pernah padam, menyerah berarti meninggalkan amanah kemanusiaan, ini adalah moral besar bagi generasi kita saat ini, semangat perjuangan yang pantang menyerah adalah kekuatan bagi kita dan generasi mendatang untuk meneruskan cita-cita para pahlawan yang selama ini telah ditunaikan," katanya.
Djoni Alamsyah menjelaskan, kini perjuangan tidak lagi dengan bambu runcing melainkan dengan ilmu, empati, dan pengabdian, namun semangatnya tetap sama membela yang lemah, memperjuangkan keadilan, dan memastikan tidak ada satupun anak bangsa yang tertinggal dari arus kemajuan.
"Inilah semangat yang terus di hidupkan melalui Asta Cita presiden Prabowo Subianto," ujarnya.
