Koba, Babel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyiapkan lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) menjadi sekolah inklusif yang mampu melayani anak berkebutuhan khusus.
Kepala Dinas Pendidikan Bangka Tengah Pangihutan Sihombing di Koba, Senin, mengatakan saat ini terdapat cukup banyak anak berkebutuhan khusus yang tersebar di berbagai wilayah dan memerlukan perhatian dalam layanan pendidikan.
Ia menjelaskan guru PAUD perlu memiliki kemampuan mengenali dan menangani anak-anak dengan kebutuhan khusus agar setiap anak mendapatkan hak belajar yang sama.
Pemerintah daerah setempat, katanya, terus memperkuat kapasitas tenaga pendidik melalui berbagai program peningkatan kompetensi.
Dia mengharapkan upaya ini mampu menciptakan lingkungan belajar yang ramah, adaptif, dan inklusif sejak jenjang PAUD.
“Sekolah inklusif tidak hanya menerima anak berkebutuhan khusus, tetapi juga menyiapkan guru serta sarana pembelajaran yang mendukung tumbuh kembang mereka,” ujarnya saat menghadiri diklat pendidikan inklusif yang diikuti 45 guru PAUD.
Menurut dia, penerapan pendidikan inklusif sejak usia dini menjadi langkah strategis dalam membangun sistem pendidikan yang adil dan merata di Bangka Tengah.
Selain peningkatan kapasitas guru, pemerintah daerah juga menyiapkan kebijakan pendukung agar setiap lembaga PAUD memiliki standar layanan minimal bagi anak berkebutuhan khusus.
“Pendekatan inklusif perlu diikuti dengan perubahan pola pikir di kalangan pendidik dan masyarakat, sehingga anak dengan kebutuhan khusus dapat diterima sebagai bagian dari keberagaman yang memperkaya lingkungan belajar,” katanya.
Pemerintah daerah menargetkan dalam beberapa tahun ke depan setiap kecamatan di Bangka Tengah memiliki setidaknya satu PAUD percontohan yang menerapkan sistem pendidikan inklusif secara penuh.
Model ini diharapkan menjadi rujukan bagi lembaga lain untuk mengembangkan layanan serupa.
"Kita berupaya memastikan seluruh anak usia dini, tanpa terkecuali, dapat memperoleh pendidikan yang layak sesuai potensi dan kebutuhannya," katanya.
