Pangkalpinang (ANTARA) - Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar Kemenkeu Mengajar di tiga sekolah Kabupaten Bangka, guna meningkatkan literasi keuangan para siswa di daerah itu.
"Kemenkeu Mengajar ini dilakukan secara serentak di Kabupaten Bangka yaitu SD Negeri 23 Belinyu, SD Negeri 24 Belinyu dan SMA Negeri 1 Riau Silip," kata Kepala Perwakilan Kemenkeu Kepulauan Babel Syukriah HG di SD Negeri 24 Belinyu, Rabu.
Ia mengatakan kegiatan Kemenkeu Mengajar tahun ini sebagai rangkaian memperingati Hari Pahlawan Nasional dan Hari Oeang, guna mengajarkan adik-adik siswa tentang literasi keuangan dan pengelolaan keuangan negara secara ringan sesuai dengan jenjang usianya.
"Semua uang negara yang dikelola dengan baik merupakan investasi dalam membangun masa depan generasi penerus yang kelak menggantikan kita dalam memajukan Bangsa Indonesia," ujarnya.
Ia mengatakan selama satu dekade ini, Kemenkeu Mengajar telah menghidupkan semangat inklusi pendidikan, mengingatkan kita bahwa peran mencerdaskan generasi penerus tidak hanya tugas guru namun tugas seluruh lapisan masyarakat.
"Melalui Kemenkeu Mengajar ini, kita menunjukkan bahwa menjadi pahlawan masa kini bisa dilakukan dengan cara sederhana yaitu berbagi ilmu, menyalakan inspirasi, dan menanamkan nilai cinta tanah air kepada generasi penerus," katanya.
Ia menambahkan kegiatan ini menjadi bukti bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil.
"Satu guru menginspirasi satu kelas, satu relawan menginspirasi satu sekolah, dan bersama-sama kita menginspirasi Indonesia," katanya.
Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Riau Silip Amirullah menyampaikan kehadiran relawan Kemenkeu memberikan dampak transformatif melalui penyampaian materi APBN dan alokasi dana yang disajikan secara interaktif, relevan, dan mudah dipahami oleh siswa, yang sering menganggap topik ini abstrak.
"Kehadiran para relawan ini tentunya dapat menanamkan inspirasi kepada adik-adik siswa untuk meneruskan pendidikan setinggi-tingginya dan menuliskan impiannya pada poster pohon cita-cita yang kemudian dipajang di kelas," katanya.
